Pengakuan Anies Baswedan: Rumah Sakit Penuh, Kalau Sakit Sulit

Pengakuan Anies Baswedan: Rumah Sakit Penuh, Kalau Sakit Sulit - GenPI.co
Pengakuan Anies Baswedan: Rumah Sakit Penuh, Kalau Sakit Sulit - Tangkapan layar - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan peninjauan tenda darurat di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, Senin (28/6). (Foto: Antara/Mentari Dwi Gayati/aa)

GenPI.co - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan blak-blakan mengingatkan risiko tinggi penularan di tengah lonjakan kasus covid-19. Pasalnya, beberapa masjid masih mengadakan salat Id berjemaah.

Anies Baswedan mengungkapkan, bahwa para pengurus masjid di masing-masing wilayah Jakarta seharusnya menyadari tingginya risiko penularan covid-19 pada situasi seperti saat ini.

"Saya berharap kepada semua sadari risiko penularan. Kita sama-sama mementingkan syariat terlaksana dengan baik tapi keselamatan juga tetap terjaga," jelas Anies Baswedan dikutip GenPI.co dari Antara, Selasa (20/7).

BACA JUGA:  Pakar Hukum: Sebenarnya Kelas Jokowi Itu Adalah Wali Kota...

Pengakuan Anies Baswedan juga mengejutkan, lantaran mengingatkan saat ini tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) di Jakarta hampir penuh karena lonjakan kasus covid-19.

Anies Baswedan pun mengingatkan ada risiko warga bisa kesulitan mencari rumah sakit jika ada yang terpapar corona.

BACA JUGA:  Air Rebusan Cengkih Ternyata Sangat Mujarab, Khasiatnya Cespleng

"Kepada pengurus masjid sadarilah rumah sakit sudah penuh. Jadi ini bukan dilarang saja, tempatnya kalau sakit sulit," ungkap Anies Baswedan.

Tak hanya itu, Anies Baswedan juga mengatakan Pemprov DKI Jakarta telah mengeluarkan Seruan Gubernur Nomor 11 Tahun 2021 tentang pelaksanaan hari raya Iduladha saat PPKM Darurat.

BACA JUGA:  Geprek Bawang Putih Campur Madu, Siap Goyang Sampai Subuh

"Jadi saya mengingatkan bukan saja potensi penularan, tapi kalau terpapar sakit risikonya tinggi sekali," ujar Anies Baswedan.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara