Kurang Sosialiasi, Lomba Bidar di Palembang Sepi Peminat

Salah satu kelompk peserta lomba bidar 2019 dalam memeriahkan perayaan HUT Palembang. (Foto: Robby Sunata/GenPI.co)
Salah satu kelompk peserta lomba bidar 2019 dalam memeriahkan perayaan HUT Palembang. (Foto: Robby Sunata/GenPI.co)

GenPI.co - Lomba bidar menjadi salah satu event dalam rangka memperingati hari jadi Palembang ke-1336. Lomba ini diselenggarakan pada Minggu (16/6). Sayangmnya,  olahraga ini sepi peminat, peserta maupun penonton.

Saat GenPI.co hendak menuju lokasi lomba Bidar Prestasi di Benteng Kuto Besak dengan menumpang ojek online, si pengendara mengira GenPIco hendak pergi ke muara sungai Musi dengan menumpang speed boat di Dermaga BKB. Setelah diberi tahu bahwa GenPI.co hendak menonton lomba Bidar, tukang ojek online itu kaget dan mengaku tidak tahu bahwa akan ada lomba Bidar di sungai Musi.

Begitu pula dengan ojek online yang GenPI.co tumpangi saat hendak pergi ke tempat selanjutnya, dia juga tidak tahu bahwa ada lomba Bidar. Secara keseluruhan, empat ojek online yang GenPIco tumpangi semuanya tidak tahu bahwa ada perlombaan Bidar tersebut.

Walau sample-nya terlalu sedikit untuk mengatakan bahwa ketidaktahuan itu mewakili mayoritas warga Palembang, namun itu tetap mengkhawatirkan. Karena sebagai orang yang kerjanya menjelajahi Palembang, ojek online adalah salah satu kelompok masyarakat yang seharusnya lebih dahulu tahu mengenai informasi suatu acara di Palembang.

Pertama, karena mereka banyak melihat kejadian dan iklan acara di sepanjang jalan. Kedua, karena mereka bertemu banyak orang yang bisa memberi mereka informasi, yang nanti pada gilirannya mereka sebarkan pula. Ketiga, ojek online adalah pengguna telpon genggam yang aktif sehingga informasi acara yang disampaikan secara online pun bisa mereka ketahui dengan cepat. Terakhir, karena acara untuk umum seperti lomba Bidar ini berpotensi memberi mereka pesanan tambahan untuk mengantar warga ke lokasi acara.

Baca juga:

HUT 1336 Kota Palembang, Agung Raya Menangkan Lomba Perahu Bidar 

Jelang HUT ke-1336, Palembang Gelar Balap Perahu Bidar 

Dulu perlombaan Bidar menjadi hiburan rakyat yang disambut luar biasa oleh warga Palembang. Lintasan lomba berada di sungai Musi, dengan garis awal berada di depan pelabuhan lama Kedukan Bukit dan garis akhir di depan pelataran Benteng Kuto Besak. Total jarak yang ditempuh oleh para peserta lomba Bidar adalah 2 kilometer.

Rumah yang berada di tepi sungai Musi dipenuhi oleh para keluarga dan jiron tetangga yang hendak menyaksikan lomba Bidar. Mereka membawa makanan dan minuman, menonton lomba Bidar menjadi ajang piknik keluarga. Jembatan Ampera pun dipenuhi warga yang hendak menyaksikan jalannya lomba Bidar dari ketinggian. Palembang yang saat itu belum memiliki banyak kendaraan menyaksikan kemacetan di atas jembatan Ampera saat para pendayung Bidar berlaga.

Lomba Bidar diikuti oleh puluhan peserta dan berlangsung dari jam 10 pagi sampai sore hari. Berbagai perusahaan lokal dan perusahaan nasional yang memiliki kantor cabang di Palembang mengirimkan tim mereka masing-masing. Perahu yang digunakan pun lebih panjang daripada perahu yang digunakan di lomba Bidar di jaman sekarang. 

Perahu kayu yang ramping dan panjang ini disebut kenceran. Banyaknya peserta dan penonton meninggalkan kesan yang mendalam bagi warga Palembang, Kemeriahan yang kini terancam tinggal kenangan.

Kemeriahan lomba Bidar di masa lalu ini jauh berbeda dengan apa yang nampak pada lomba serupa di masa sekarang. Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia Sumatra Selatan yang juga staf khusus pariwisata walikota Palembang Herlan Asfiudin mengatakan bahwa seharusnya pelaksana lomba Bidar melakukan sosialisasi yang lebih baik untuk mengajak warga terlibat. Baik sebagai peserta lomba atau pun sebagai penonton. Ramainya penonton akan memompa semangat para pendayung yang terlibat lomba.

Menurutnya, untuk sebuah kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahun, dana kegiatan pasti telah tersedia, yang bisa dipergunakan oleh pelaksana untuk menyelenggarakan dan mempromosikan lomba Bidar. Herlan juga mengatakan bahwa Perusahaan-perusahaan yang ada di Palembang bisa diajak untuk berpartisipasi sebagai peserta.

Sebagai kota terbesar kedua di sumatra, terdapat banyak perusahaan nasional yang memiliki cabang di kota Palembang, ada pula berbagai perusahaan swasta dan perusahaan milik pemerintah di tingkat daerah yang bisa turut serta meramaikan lomba Bidar. Menurut Herlan, Perusahaan-perusahaan itu akan bersedia terlibat jika pelaksana lomba Bidar mampu memberikan apresiasi atas keterlibatan mereka.

Simak juga video berikut


Reporter : Robby Sunata

Redaktur : Paskalis Yuri Alfred

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Hafid Arsyid
Reporter
Hafid Arsyid

KULINER