Inilah 5 Alasan yang Membuat Kamu ke Palembang

Jembatan Ampera (foto: Robby Sunata)
Jembatan Ampera (foto: Robby Sunata)

GenPI.co— Palembang adalah kota yang melekat dengan pempek dan jembatan Ampera, namun sesungguhnya harta kekayaan kota ini melebihi keduanya. 

Kekayaan Palembang yang terletak pada sejarah dan budayanya, dua hal yang sulit dicari padanannya di tempat lain di Indonesia. Palembang sungguh istimewa sehingga kamu rugi bila tidak liburan ke sini. 

Baca juga:

Kain Khas Palembang, Paling Diburu di Festival Sriwijaya 2019

Festival Sriwijaya Sajikan Keragaman Budaya Palembang

Inilah lima alasan yang akan membuat kamu mengunjungi Palembang:

Kota tertua di Indonesia 

Palembang adalah kota tertua di Indonesia yang terus menerus dihuni. Ini berbeda dengan beberapa kota lain yang mungkin lebih tua, namun sekarang sudah tidak ada lagi jejaknya. 

Palembang sudah ada sejak abad pertama masehi sebagai kampung nelayan kecil yang berada di dekat sebuah bukit yang menonjol di antara dataran rendah delta muara sungai Musi. Pada tahun 683 masehi, Dapunta Hyang Sri Jayanasa memilih Palembang sebagai ibu kota dari kerajaan yang baru saja dia didirikan, Kedatuan Sriwijaya. Setelah Sriwijaya runtuh, Palembang masih menjadi pusat perdagangan sampai berdirinya kerajaan Palembang pada tahun 1500-an dan Kesultanan Palembang pada tahun 1666.

Sejak pertama kali berdiri, Palembang telah terus menerus dihuni tanpa henti sampai masa kini. Membuat kota ini menjadi begitu kaya dengan budaya yang tercermin pada pakaian dan makanannya. 

Kuliner 4 budaya internasional

Selama masa berdirinya sejak 1366 tahun yang lalu, Palembang telah menerima kedatangan berbagai macam kebudayaan. India dan China adalah yang paling pertama berinteraksi dengan orang melayu setempat, disusul kelak oleh orang-orang Persia dan Arab, lalu berbagai kelompok prnah melayu di nusantara dan berbagai negara dari orang Eropa. Sebagian besar dari mereka meninggalkan jejak dalam kebudayaan Palembang, terutama pada kulinernya. 

Saat ini, Traveler akan dengan sangat mudah menemukan kuliner India, China, Arab, dan Melayu Palembang di sini. Martabak telur HAR, pempek, rujak mie, mie celor, dan nasi minyak adalah kuliner lintas budaya yang semuanya tersedia di Palembang dan wajib kamu coba. 

Jembatan Ampera

Jembatan Ampera diresmikan pada tahun 1965. Jembatan ini memiliki panjang 1,117 meter dengan lebar 22 meter dan membentang 63 meter di atas permukaan sungai Musi. Jembatan ini memiliki empat jalur kendaraan yang dipergunakan untuk dua arah arus lalu lintas. 2 jalur dari utara ke selatan dan dua arah dari selatan ke utara. 

Kini jembatan Ampera tidak lajang lagi karena sudah memiliki pasangan. Di sisi sebelah Timur Jembatan Ampera telah berdiri jembatan rel kereta LRT Palembang sejak pertengahan 2018. 

Pusat wisata olahraga Indonesia 

Jakabaring Sport City (JSC) adalah surga bagi penggemar olahraga. 

Kompleks olahraga terbesar di Indonesia ini memiliki 17 venue Olahraga, mulai dari venue panahan dan bisbol, sampai venue menembak dan bowling, dan sebagian besar telah bertaraf internasional. Bila tidak sedang menggelar event Olahraga, venue-venue di lingkungan JSC kerap disewa menjadi tempat latihan para atlet mancanegara, terutama dari Australia. 

Jakabaring Sport City terbuka untuk umum, namun setiap pengunjung dikenakan tiket masuk. 

Religi

Palembang adalah kota dengan komunitas Arab terbesar di nusantara pada abad ke-19. Dari Palembang, mereka lalu menyebar ke berbagai kota di Asia Tenggara, karena itu, hampir semua komunitas Arab di Asia Tenggara memiliki leluhur di Palembang dan setahun sekali mereka pulang untuk berziarah ke makam leluhur di Palembang. 

Acara ziarah kubro yang digelar setahun sekali selalu dipadati oleh ribuan keturunan arab dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dam Brunei.

Selain itu Palembang juga menjadi titik tolak berkembang dan menyebarnya tarekat Sammaniyah di Asia Tenggara. Kesultanan Palembang sendiri menjadi patron pelindung bagi para ulama tarekat sammaniyah. Salah ulama yang terkemuka asal Palembang adalah Abdul Samad Al-Palembani.

Jika kamu ingin melihat Alquran terbesar di Indonesia, maka datang lah ke Gandus, disini terdapat alquran yang dipahat ke atas puluhan lempengan kayu sebesar lemari.


Tonton juga video ini:


Reporter : Robby Sunata

Redaktur : Linda Teti Cordina

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Hafid Arsyid
Reporter
Hafid Arsyid

KULINER