Pokdarwis Adakan Uji Coba Paket Wisata Pulau Penyengat

Kelompok Sadar Wisata di Pulau Penyengat, Tanjungpinang menggelar uji coba paket tur wisata (foto: Milyawati)
Kelompok Sadar Wisata di Pulau Penyengat, Tanjungpinang menggelar uji coba paket tur wisata (foto: Milyawati)

GenPI.co— Berbagi pengalaman sejarah dan juga budaya melayu, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Pulau Penyengat, Tanjungpinang menggelar uji coba paket tur wisata. Kamis, (20/6). 

Kegiatan tersebut dimulai dari pukul 09.00 hingga pukul 16.00 WIB. Dengan melakukan uji coba ini, Pokdarwis mendapat sejumlah masukan dari peserta untuk menyempurkan paket wisata Pulau Penyengat yang dijual nantinya.

Baca juga:

Keceriaan Anak Pulau Penyengat Bermain Gasing

Dangkong, Salah Satu Magnet Festival Pulau Penyengat 2019

Adapun paket tour yang di uji coba adalah Cycling Historical Tour (wisata sejarah bersepeda), Tanjak Experience (wisata pengalaman tanjak) dan Traditional Dress Experience (pengalaman berpakaian tradisional).

Ketua Pokdarwis Penyengat, Mustafa mengungkapkan, uji coba tersebut merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, telah dilaksanakan pada Selasa (18/6). Dengan paket tur yang berbeda, yaitu program cooking class, gurindam experience, tour of mosque dan literature walking tour Penyengat Island.  

“Tujuan dari uji coba paket wisata ini untuk memberikan nilai lebih atau pengalaman wisata, terutama sejarah dan budaya di Penyengat dan mendukung Pulau Penyengat sebagai pulau yang memiliki Oustanding Universal Value. Serta memberdayakan masyarakat, khususnya Pokdarwis dalam memandu wisata.” jelasnya.

Terdapat sekitar 10 orang yang mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Diawali dengan bersepeda berkeliling pulau penyengat dan berhenti di beberapa titik yang sudah ditentukan. Lokasi pertama yang disinggahi adalah gedung mesiu. Lalu menuju bukit kursi, Makan Raja Abdurrahman, Istana Kantor dan Makam Raja Ja’far. Terakhir mereka berhenti di Makan Raja Ali Haji, Gedung Tabib dan kembali lagi ke Balai Kelurahan Penyengat.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpinang, Surjadi juga ikut bersepeda bersama peserta lainnya. 

Dia mengatakan yang dilakukan Pokdarwis merupakan hal yang bagus, karena pengunjung yang nantinya ikut merasakan paket wisata yang dibuat, akan mendapatkan pengalaman dan pengetahuan. 

“Ini adalah pengalaman yang bagus dan harus dilanjutkan dan ditingkatkan. Salah satunya wisata sejarah dengan bersepeda. Sudah mendapatkan pengetahuan dari sejarah dan budaya, juga mendapatkan wisata yang sehat.” ujarnya.

Setelah bersepeda, semua peserta melanjutkan kegiatan wisata pengalaman tanjak dan baju tradisional melayu di balai adat. Setelah mendengarkan penjelasan dari penerjemah, ada beberapa peserta yang tak sungkan-sungkan ikut memakai baju tradisional melayu yang dipajang. Ada tiga warna baju yang mereka pakai secara berpasangan yakni kuning, hijau dan merah.

Ketua DPC Himpunan pramuwisata Indonesia (HPI) Tanjungpinang, Raja Fahrul yang juga pengurus Pokdarwis Penyengat menjelaskan setelah uji coba ini dilaksanakan, akan dilakukan evaluasi untuk mengetahui apa saja yang perlu dibenahi dan diperlukan untuk menyempurnakan paket wisata. Selain itu juga untuk mengetahui harga yang pas untuk menjual paket yang telah siap nantinya.

“Saya berharap, Pokdarwis profesional dalam ‘menjual’ Penyengat sebagai daerah tujuan wisata kepada para pengunjung dari dalam maupun luar negeri nantinya.” imbuh Fahrul.


Tonton juga video ini:


Redaktur : Linda Teti Cordina

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Hafid Arsyid
Reporter
Hafid Arsyid

KULINER