Kualitas Udara Buruk Bikin Warga Jakarta Cepat Tua

Kualitas udara di Jakarta buruk warga disarankan menggunakan masker. (ist)
Kualitas udara di Jakarta buruk warga disarankan menggunakan masker. (ist)

GenPI.co - Data dari Indeks kualitas udara (Air Quality Index/ AQI) menyebutkan kalau Jakarta disebut sebagai kota dengan polusi udara terburuk nomor tiga di dunia setelah Santiago, Chile dan Chongqing, China. 

Jika ini terjadi tentu bisa berdampak pada warga. Dari berbagai penelitian, dampak polusi bisa membuat kulit wajah kusam dan penuan dini.

Bahkan, kanker dan paru-paru hingga badan lebih pendek bagi bayi yang baru lahir juga menjadi ancaman. Untuk menghindari dampak tersebut, sebaiknya siapkan masker. 

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan, polusi udara di Jakarta sudah melebihi batas normal, sehingga disarankan masyarakat mengenakan masker N-95. 

BACA JUGA: Duh, 20 Juta Kendaraan Cemari Udara Jakarta

Berdasarkan citra satelit kondisi polusi udara di Jakarta cukup tinggi. Tingkat polusi udara di Ibu Kota lebih tinggi dibanding di Singapura dan Bangkok. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengunggah citra satelit dari The Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS).

Penghitungan tingkat polusi udara ini didasarkan pada sebaran partikel padat di udara ukuran di bawah 2,5 mikrometer (PM2,5) dan 10 mikrometer (PM10). 

"Di Jakarta cukup berpolusi pagi ini sekitar 180 mikrogram per meter kubik, di banding Singapura & Bangkok yang cuma 28 & 35 mikrogram per meterkubik," tulis keterangan dari Peneliti Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (Pusfatja) LAPAN, Dony Kushardono, di akun Instagram-nya, @donykushardono.

Dikutip dari berbagai sumber, polusi udara di Jakarta disebabkan dua faktor. Pertama, ialah jumlah kendaraan bermotor di Jakarta semakin meningkat setiap tahunnya, sehingga meningkatkan emisi kendaraan bermotor.


NONTON VIDEO BERIKUT INI


Redaktur : Cahaya

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Hafid Arsyid
Reporter
Hafid Arsyid

KULINER