Tolak Relokasi, Warga Pulau Komodo Pertanyakan Gagasan Konservasi

Demo masyarakat Pulau Komodo yang menuntut pembatalan penutupan Pulau Komodo dan relokasi mereka dari pulau tersebut. (Foto: Dok. GenPI.co)
Demo masyarakat Pulau Komodo yang menuntut pembatalan penutupan Pulau Komodo dan relokasi mereka dari pulau tersebut. (Foto: Dok. GenPI.co)

GenPI.co –  Seluruh warga yang bermukim di Pulau Komodo, Nusa Tenggara  menolak wacana penutupan pulau itu. Mereka juga menolak rencana Pemerintah Provinsi NTT yang akan merelokasi mereka  dari pulau itu.

Gregorius Afioma, peneliti dari lembaga advokasi dan penelitian di bidang turisme di Pulau Komodo, Sunspirit for Justice and Peace mengatakan, warga Pulau Komodo umumnya mempertanyakan dan menolak relokasi, dengan melakukan aksi demonstrasi.

“Respon warga umumnya mempertanyakan dan menolak relokasi. Wujud penolakan sejauh ini adalah demonstrasi di Labuam Bajo dan ikut dalam Rapat dengar pendapat di Kantor DPRD Mabar,” kata Afioma saat dihubungi  GenPI.co, Jumat (26/7).

Baca juga:

Penutupan TN Komodo Masih Menunggu Kajian KLHK

ADVERTISEMENT

Pengamat: Relokasi Penduduk Asli Pulau Komodo Melanggar HAM

Peneliti muda yang disapa Afi ini mengatakan, warga menolak relokasi karena menganggap gagasan konservasi dilakukan denga semena-mena. Pun relokasi dianggap bertabrakan dengan prinsip-prinsip konservasi di bawah kendali Balai Taman Nasional Komodo.

“Ya warga mempertanyakan gagasan konservasi yang diutarakan Gubernur Viktor ,yang dinilai semena-mena bahkan bertabrakan dengan prinsip-prinsip konservasi di bawah kendali Balai Taman Nasional Komodo,” ujar Afioma.


Reporter : Yasserina Rawie

Redaktur : Paskalis Yuri Alfred

loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Ootd Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING