Hotel Dialoog Perkuat Amenitas Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas datang ke lokaso hotel Dialoog. (Foto: Tribunnews)
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas datang ke lokaso hotel Dialoog. (Foto: Tribunnews)

Sektor pariwisata di Banyuwangi makin menggeliat. Pasalnya satu lagi hotel berbintang empat segera hadir. Namanya adalah  Hotel Dialoog, di kawasan Kalipuro. Hotel ini langsung menghadap ke Selat Bali.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi dibukanya Hotel Dialoog. Sebab, akan semakin mendukung amenitas pariwisata di Banyuwangi.

“Segmentasi dari Hotel Dialoog ini yang cukup berbeda dengan hotel-hotel yang telah ada. Dan ini akan memperkaya pilihan bagi para wisatawan, pebisnis, maupun masyarakat umum yang akan berkunjung,” kata Anas saat soft opening Hotel Dialoog, Rabu (8/8).

Saat ini, di Banyuwangi telah ada 61 hotel. Mulai dari kelas melati hingga bintang empat. Untuk hotel berbintang tiga dan empat sendiri, sudah terdapat 12 buah.

Menurut Anas, pertumbuhan hotel tersebut tumbuh cukup ideal seiring peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Banyuwangi. Tahun lalu, jumlah wisatawan mancanegara 98.970. Sedangkan wisatawan domestik mencapai 4,8 juta.

“Okupansi rata-rata hotel di Banyuwangi dalam satu tahun mencapai 60 persen. Dalam kasus beberapa hotel berjejaring di Banyuwangi, justru okupansi mereka berada di atas okupansi hotel jaringannya secara nasional,” terangnya.

Hadirnya hotel-hotel baru di Banyuwangi, tidak terlepas dari pertumbuhan pariwisata. Namun begitu Pemerintah Daerah Banyuwangi tetap mengkontrol pertumbuhan hotel. Tidak semua hotel yang mengajukan izin direalisasikan. Pembangunan hotel baru harus tetap terkontrol.

“Kita batasi izin hotel baru di Banyuwangi agar tidak seperti di daerah wisata lain. Ketika ratusan hotel baru dibangun, ternyata okupansinya rendah, dan akhirnya perang harga tidak keruan,” imbuhnya.

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS