Yandex Metrics
GenPI.co App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Akhir Pekan Hong Kong Mencekam, Wisatawan Mulai Tak Nyaman

Aparat kepolisian Hong Kong melepaskan gas air mata ke arah pengunjuk rasa yang anti-pemerintahan hari Sabtu waktu setempat. Wisatawan mulai tidak nyaman.
Aparat kepolisian Hong Kong melepaskan gas air mata ke arah pengunjuk rasa yang anti-pemerintahan hari Sabtu waktu setempat. Wisatawan mulai tidak nyaman.

GenPI.co — Aparat kepolisian Hong Kong tak ragu melepaskan gas air mata ke arah pengunjuk rasa yang anti-pemerintahan hari Sabtu waktu setempat. Jumlah demonstran tak surut untuk menentang RUU ekstradisi.

Akibat aksi demo yang berkesinambungan membuat wisatawan asing yang mengunjungi Hong Kong khawatir dan memilih meninggalkan negara tersebut. Kondisi di stasiun kereta api dan bandara internasional mencekam.

Salah satunya kericuhan aksi demo di persimpangan wilayah utara Tai Po dan Tai Wai, yang membuat situasi menjadi kacau. Polisi melakukan tindakan represif dengan melontarkan gas air mata dan memukul mundur barisan ratusan aktivis penentang pemerintah.

Mereka bubar, karena asap beracun yang menyelimuti stasiun kereta api di sana. Namun akibat gas air mata tersebut berdampak pada penumpang kereta hingga menangis.

Meski telah menghadapi pukulan mundur dari aparat kepolisian, massa kembali muncul di Kowloon, sebuah distrik kota besar di sisi daratan pelabuhan Hong Kong. Toko-toko mewah terperangkap dalam protes, bahkan beberapa pembeli berkesempatan mengambil gambar polisi anti huru-hara yang bentrok dengan massa.

"Jika pemerintah berpikir kita akan menyerah dan tidak keluar lagi, mereka salah," kata siswa Chris Wong, 20, di Tai Po.

"Carrie Lam sekarang menyebarkan kebohongan dan menyalahkan kami karena menghancurkan ekonomi Hong Kong. Tapi dialah yang menghancurkan Hong Kong. Kami akan terus berjuang hingga tuntutan kami dipenuhi,” ujar Chris Wong.

Lam, pemimpin Hong Kong, mengatakan pada hari Jumat kondisi perekonomian mengalami penurunan. Selain berdampak perang dagang Amerika-China, perekonomian Hong Kong semakin parah dengan aksi unjuk rasa yang massif ini.


Reporter : Winento

Redaktur : Maulin Nastria

Share to LINE LINE Share to WhatsApp WhatsApp

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Komunitas Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING