Catat! Merokok Merupakan Perbuatan yang Dilarang Al Quran

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas dalam sarasehan yang diadakan Muhammadiyah Tobacco Control Network di Jakarta, Rabu (9/10). (ANTARA/Dewanto Samodro)
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas dalam sarasehan yang diadakan Muhammadiyah Tobacco Control Network di Jakarta, Rabu (9/10). (ANTARA/Dewanto Samodro)

GenPI.co - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas mengatakan Muhammadiyah menyatakan merokok haram hukumnya karena termasuk perbuatan khabaa'its atau kotor, yang dilarang dalam Al Quran.

"Melakukan perbuatan khabaa'its dilarang dalam Al Quran, surat Al A'raf ayat 157," kata Anwar dalam sarasehan yang diadakan Muhammadiyah Tobacco Control Network di Jakarta, Rabu (9/10).

Anwar mengatakan merokok juga mengandung unsur menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan dan bahkan merupakan perbuatan bunuh diri secara perlahan sehingga bertentangan dengan Al Quran surat Al Baqarah ayat 2 dan An Nisa ayat 29.

Selain membahayakan diri sendiri, merokok juga membahayakan orang lain yang terkena paparan asap rokok karena rokok mengandung zat adiktif dan 4.000 zat kimia yang 69 di antaranya adalah zat karsinogenik atau pemicu kanker, sebagaimana telah disepakati para ahli medis dan akademisi kesehatan.

"Karena itu, merokok bertentangan dengan prinsip syariah dalam hadis Nabi yang menyatakan tidak boleh ada perbuatan yang membahayakan diri sendiri dan atau orang lain," tuturnya.

BACA JUGA: Perpres Sah! Pegawai Pemerintah-Swasta Wajib Berbahasa Indonesia

Anwar mengatakan rokok telah diakui mengandung zat adiktif dan unsur racun yang membahayakan walaupun tidak seketika melainkan dalam beberapa waktu kemudian. Karena itu, merokok juga bertentangan dengan hadis Nabi yang melarang setiap perkara yang memabukkan atau melemahkan.


"Karena jelas membahayakan kesehatan bagi perokok dan orang di sekitarnya, Muhammadiyah memandang merokok merupakan pembelanjaan uang yang mubazir atau pemborosan yang dilarang dalam Al Quran surat Al Isra ayat 26 dan 27," katanya.


Redaktur : Tommy Ardyan

RELATED NEWS