Pantas Jokowi Meradang, Idenya Ngawur Banget

Presiden Joko Widodo dalam acara diskusi dengan wartawan istana kepresidenan di Istana Merdeka Jakarta, Senin (2/11/2019). ANTARA/Desca Lidya Natalia/aa.
Presiden Joko Widodo dalam acara diskusi dengan wartawan istana kepresidenan di Istana Merdeka Jakarta, Senin (2/11/2019). ANTARA/Desca Lidya Natalia/aa.

GenPI.co - Presiden Jokowi sempat gusar saat mendengar wacana penambahan masa jabatan presiden. Analis politik Pangi Syarwi Chaniago menilai itu sangat wajar. Bagi dia, wacana melalui amendemen konstitusi itu merupakan ide ngawur.

"Prinsip dasarnya, kekuasaan itu harus dibatasi dan diawasi. Kekuasaan punya kecenderungan menyeleweng dan menyimpang. Pengawasan dan pembatasan adalah harga mati, jika tidak ingin masuk ke dalam lubang yang sama, rezim otoriter masa lalu," ujar Pangi di Jakarta, Rabu (4/12).

BACA JUGA: Mengintip Istana, Pak Moeldoko Akui Presiden Jokowi Sedang Puyeng

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting ini menilai, sikap Presiden Jokowi sudah sangat tepat. Sikap Presiden yang menolak wacana amendemen kelima UUD, dinilai sudah pas. Wacana itu dinilai berpotensi merembes ke pasal-pasal lain yang tidak mencerminkan jati diri sebagai bangsa demokratis.

BACA JUGA: Kesabaran Presiden Jokowi Teruji, Ini Buktinya...

"Wajar Pak Jokowi sedikit meradang, karena paling dirugikan dengan mencuatnya wacana ini. Presiden tidak cukup hanya mengeluarkan pernyataan resmi, namun juga harus mengkonsolidasi kekuatan politik di bawah koalisi pemerintahan,” katanya.

Jika tidak, Pangi khawatir, sikap presiden akan cenderung dianggap tidak konsisten dan menyimpan motif tertentu," katanya.


Ide penambahan masa jabatan presiden, lanjut dia, tidak punya urgensi sama sekali. Wacana yang berkembang hanya upaya 'cari muka' dari pendukung di lingkaran presiden untuk mencari perhatian. Sayangnya tanpa mereka sadari, usulan itu justru mempermalukan presiden.


Redaktur : Agus Purwanto

RELATED NEWS