Sultan Cirebon Minta Pemerintah Jadikan Keraton Mitra Budaya

Kongres kebudayaan Indonesia (KKI) 2018
Kongres kebudayaan Indonesia (KKI) 2018

Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) diharapkan dapat menghasilkan rumusan strategi kebudayaan yang konkret. Pasalnya kondisi  saat  ini,  kebudayaan  belum  menjadi  prioritas    pembangunan nasional  dan  daerah. Untuk itu diperlukan political will dari Pemerintah dan Negara untuk sektor kebudayaan. Sehingga menjadi program prioritas pembangunan nasional dan pembangunan di daerah.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) Arief Natadiningrat  Rabu 6/12). Arief yang juga Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon itu menambahkan Keraton se-Nusantara  mengapresiasi dan mendukung  setiap upaya dalam pembangunan kebudayaan oleh pemerintah dan negara.

“Hingga saat ini anggaran kebudayaan dalam APBN dan  APBD masih sangat kecil, oleh karena itu FSKN mendorong peningkatan anggaran  kebudayaan. Baik itu di tingkat pusat mau pun daerah," lanjut Arief.

Arief juga meminta agar pemerintah lebih banyak melibatkan keraton dalam setiap perumusan budaya. Ia pun mendorong pemerintah untuk memunculkan Keraton dan nomenklatur Keraton sebagai  mitra strategis Pemerintah. Padahal dari 10 objek pemajuan  kebudayaan hampir semuanya  terdapat di Keraton. Di mana semuanya sudah dilakukan di Keraton-keraton se-Nusantara.

"Dengan segala keterbatasannya Keraton-keraton di Indonesia selama ini sudah melaksanakan 10 objek pemajuan kebudayaan sebagai bagian dari upaya menjaga nilai luhur kebudayaan bangsa dan dalam rangka memperkokoh NKRI. Kami siap menjadi mitra strategis pemerintah," ujarnya.

Lebih lanjut Arief mengatakan, terbentuknya NKRI tidak dapat dipisahkan dari keberadaan dan peranan keraton sejak dahulu kala. Keraton yang tersebar di nusantara, merupakan sebuah mata rantai historis. Keraton memiliki nilai-nilai sosial kultural  dari sistem budaya dan sosial  masyarakat. Bahkan sejak beberapa abad yang lampau.

"Peran keraton sangat strategis bagi pengembangan serta kemajuan budaya. Ditinjau dari segi sejarah, perjalanan keraton sebagai salah satu pusat kebudayaan memiliki pengalaman yang potensial bagi perluasan kontribusi maupun pembinaan kebudayaan. Hal ini tersirat dalam Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945. Untuk itu peran keraton harus ditingkatkan," pungkasnya.

Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) sendiri diibuka 5 Desember 2018 dan akan berlangsung hingga 9 Desember 2018. Ajang ini diselenggarakan di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.

Reporter: Cholis Faizi Sobari

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS