Table Top #AyoKeToba Edisi Makassar Langsung On Fire

MAKASSAR - Tak ada kamus lelet bagi Menpar Arief Yahya. Setelah talk show di Celebes TV dan seminar, misi penjualan Danau Toba di Makassar langsung disambung dengan Table Top. Sebanyak 16 travel agent dan 14 anggota PHRI Sumut langsung dipertemukan dengan 70-an buyers Sulawesi Selatan di Ballroom The Rinra Hotel, Makassar. 

Kegiatannya dikawal langsung Kabid Pemasaran Area I Kemenpar Ida Fahmiwati dan Kasubid Pemasaran Area I Alfin Merancia. Ada juga Ketua ASITA Sumut Solahuddin Nasution. Ketiganya tak pernah berhenti melihat, mengamati dan merasakan detak pasar Sulawesi Selatan yang dinilai sangat potensial. 

Yang jadi pertanyaan., saat akhir tahun seperti ini bagaimana lifestyle orang di bumi Angin Mamiri? Apakah masih highest spending? Apakah mengubah haluan, mengencangkan ikat pinggang? Atau malah merevisi kebiasaan berliburan?

Ternyata jawabannya tidak membuat galau. Animo berlibur masih tetap tinggi. Antusiasme buyers Sulawesi Selatan juga tidak surut. "Makassar didesain untuk services, jadi HUB Indonesia Timur. Kotanya terus membangun. Tourism dan finansialnya bagus. Sangat pas untuk berlibur  ke danau Toba,” kata Menpar Arief Yahya, Jumat (7/12).

Irwan Surbakti, sellers yang menjual Hotel Le Polonia juga mengungkapkan hal yang sama. Dulu, banyak GM-GM hotel di Toba dan Medan yang memandang sebelah mata pasar Sulawesi Selatan. Sekarang justru terbalik. Itu lantaran dari mulai anak muda hingga orang tua sudah banyak yang melirik Toba. Maklum, banyak kesamaan culture antara Tana Toraja di Sulsel dengan budaya Batak di Danau Toba. Aksesnya gampang. Banyak dihubungkan maskapai-maskapai nasional. 

“Banyak yang enjoy sekali menikmati alam dan budaya Toba yang toleran,” ucapnya. 

Bagaimana dengan Table Top #AyoKeToba edisi Makassar ini?  “Bagus! Bagus sekali. Semua appointment ketemu. Bahkan yang tidak pernah saya duga sebelumnya, banyak yang masuk. Beberapa juga buyers besar! Terima kasih untuk Kementerian Pariwisata,” ungkap pria yang kerap menggap pasar Danau Toba itu. 

Lantas apa yang dibutuhkan industri untuk pasar Sulawesi Selatan?

Pemasaran sudah dibantu Kemenpar. Akses darat dan udara sudah digas kementerian lain. Amenitasnya juga sudah sangat kuat. "Semua sudah luar biasa. Bahkan ini sudah yang paling konkret, paling terasa buat industri. Branding Toba sudah  kuat sekali, lebih mudah kami berjualan. Kalau brand pariwisata kuat, maka itu akan menaikkan value produk yang terkait dengan branding itu," sambung Indah Lestari, sellers yang menjual Taman Simalem. (*)

Redaktur: Cholis Faizi Sobari



RELATED NEWS