Begini Cara Masyarakat Bima Mengenakan Kain Tenun Tembe Nggoli

Para gadis di Bima menggunakan kain khas dengan aturan Rimpu. (Foto: mataramweb.com)
Para gadis di Bima menggunakan kain khas dengan aturan Rimpu. (Foto: mataramweb.com)

Tembe Nggoli adalah kain tenun khas Bima,Sumbawa, Nusa Tenggara Barat(NTB). Kain yang terbuat dari benang kapas atau katun tersebut memiliki beragam warna yang cerah dan bermotif khas sarung tenun tangan.


Bagi masyarakat Bima, NTB, sarung tenun Tembe Nggoli ini merupakan warisan budaya yang hingga kini terus dijaga. Bahkan sebagian besar warga perempuan Bima masih menekuni tradisi menenun sarung Tembe Nggoli, yang diwarisi secara turun temurun. Teknik menenunnya juga cukup unik, yakni menggunakan alat tenun tradisional Gedogan yang penggunaannya dengan cara dipangku oleh si penenun dengan posisi duduk selonjor.

Selain teknik pembuatannya yang unik, Tenun Tembe Nggoli memiliki aturan dalam penggunaannya. Sarung tersebut bias digunakan oleh perempuan dan laki-laki, namun dengan cara yang berbeda. 

Untuk kaum laki-laki, teknik mengenakan sarung Tembe Nggoli disebut katente. Cara memakainya yaitu dibelitkan di pinggang hingga menutupi lutut. 

ADVERTISEMENT

Sementara itu, teknik pemakaian Tembe Nggoli untuk kaum perempuan terdapat dua jenis, yaitu Sanggentu dan Rimpu. Sanggentu merupakan potongan pertama dikenakan untuk menutupi bagian bawah tubuh dari pinggang hingga kaki, seperti sarung pada umumnya. Sedangkan Rimpu adalah potongan kedua dililitkan menutupi kepala hingga hampir menyentuh lutut. 

Rimpu sendiri merupakan busana khas perempuan yang hanya bisa ditemukan di Bima dan Dompu. Cara pemakaiannya pun memiliki aturan tersendiiri. Untuk perempuan yang belum menikah, Rimpu dikenakan menutupi seluruh kepala hingga hanya menyisakan bagian mata. Sementara untuk perempuan yang sudah menikah, bagian wajah dibiarkan terbuka.

Tenun Tembe Nggoli dipakai sebagai pakaian sehari-hari masyarakat sejak Kerajaan Bima memeluk Islam pada tahun 1640 dan menjadi kesultanan. Namun, seiring perkembangan zaman, tenun tersebut banyak dikombinasikan dalam busana rok, selendang, atau baju perempuan. 


Reporter : Yasserina Rawie

Redaktur : Paskalis Yuri Alfred

loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Rumah Impian Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING