Drama Perjalanan Distribusi Logistik Pemilu

Petugas naik kuda untuk mengantar logistik ke desa di dalam wilayah Taman Nasional Meru Betiri, Jember (Sumber: antaranews.Com)
Petugas naik kuda untuk mengantar logistik ke desa di dalam wilayah Taman Nasional Meru Betiri, Jember (Sumber: antaranews.Com)

GenPI.co — Siapa sangka, banyak kisah humanis di balik pemilu 2019 ini, seperti perjalanan unik pendistribusian logistik. Salah satunya kisah dari daerah barat Provinsi Lampung. Dari akun IG halo_poldalampung, diketahui bahwa logistik pilpres diangkut dengan delapan gerobak yang ditarik sapi. Mereka melakukan perjalanan selama 7 jam melalui medan berlumpur dan pantai. 

Tim kepolisian yang mengawal harus bertemu dengan enam muara sungai dengan hanya dua di antaranya yang memiliki jembatan. Sementara empat muara sungai lainnya harus diseberangi dengan memasuki air. Bila air sedang pasang maka muara sungai tidak bisa diseberangi sehingga tim harus menempuh jalan memutar ke bagian pedalaman.

Logistik itu untuk 19 TPS di Pekon Way Haru, Siring Gading, Way Tias, dan Bandar Dalam yang berada di wilayah pesisir barat, Lampung.

Petugas menggunakan sapi untuk dapat melintasi lumpur dalam perjalanan pendistribusian logistik Pemilu 2019 di daerah Pesisir Barat Lampung (Sumber: lampost. Com)

Sementara di Kalimantan Utara, logistik pilpres harus diantar melalui jalur air. Kecamatan Pujungan dan Kecamatan Bahau Hulu merupakan bagian dari Kabupaten Malinau. Namun logistik pilpres harus diantarkan melalui Kabupaten tetangga, Bulungan.

Logistik pilpres dari Malinau harus diantarkan ke Ibu Kota Bulungan, Tanjung Selor lalu dari sana menghulu sungai Kayan dengan menaiki perahu kayu panjang selama 12 jam.

“kami cek pelampung untuk personel-personel yang mengangkut logistik tersebut, karena kita tahu ke Hulu Sungai itu ada beberapa titik giram yang ekstrem. Saya kira teman-teman kita juga harus hati-hati, mengutamakan keselamatan selama perjalanan.” Ujar ketua KPU Kalimantan Utara Suryanata Al Islami kepada Tribun Kaltim.

Penggunaan perahu kayu juga terjadi di Putussibau, Kalimantan Barat. Kapolsek Putussibau Selatan IPDA Cahya Purnawan kepada Tribunkapuashulu.com mengatakan dua perahu panjang disewa untuk mengantarkan logistik pilpres ke empat TPS di Desa Beringin Jaya dan Desa Kareho di Hulu Kapuas.

KPU Indragiri Hulu di Provinsi Riau menyewa kapal kayu untuk mengirim logistik pilpres ke tiga daerah yang sulit dijangkau, yakni Kecamatan Batang Gansal, Kecamatan Batang Peranap, Kecamatan Batang Cenaku. Ketiganya berada si daerah pedalaman Taman Nasional Bukit Tiga Puluh.

Perahu kayu yang disewa KPU kaltara untuk antar logistik ke Hulu Sungai Kayan (Sumber: kaltim.tribunnews.com)

Setelah sapi dan perahu kayu, Logistik pemilu juga dibawa naik kuda. Ini terjadi di Jawa Timur. Logistik pilpres diangkut oleh kuda ke TPS di afdeling Sumbersalak kecamatan Tempurejo yang berada dalam wilayah Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur. “secara geografis medannya sangat sulit” ujar kapolsek Tempurejo AKP Suhartanto kepada antara, senin 15 april 2019.

Kuda juga digunakan oleh KPU Tana Toraja untuk mengantarkan logistik pilpres ke wilayah Simbuang dan Mappak yang terletak di bagian barat Tana Toraja. “nanti dari PPK ke PPS pakai kuda, contohnya Sembuang ke Lembang Limbong.” Ujar Ketua KPU Tana Toraja Rizal Randa kepada torajadaily.com, Jumat 12 april 2019.

Seru ya, mungkin nanti Traveler GenPI.co yang tangguh bisa dilibatkan dalam distribusi logistik pemilu. Jalan-jalan dan berjuang untuk negara, kenapa tidak?!

Reporter: Robby Sunata

Redaktur: Maulin Nastria

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Annissa Nur Jannah
Reporter
Annissa Nur Jannah

KULINER