Pakai APBN, Direksi Garuda Seenaknya Kelola Perusahaan

Pakai APBN, Direksi Garuda Seenaknya Kelola Perusahaan - GenPI.co
Pesawat Garuda Indonesia lepas landas di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Foto: Antara Foto/Muhammad Iqbal/aa

GenPI.co - Akademisi Philipus Ngorang memberikan pendapatnya terkait surat dari Serikat Bersama Garuda Bersatu (Sekber) yang berisi permintaan tolong kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Dalam surat tertanggal 12 Juli 2021 itu, Sekber mengatakan bahwa kondisi flag carrier Garuda Indonesia berada di ambang kebangkrutan.

Menurut Ngorang, APBN yang menjadi modal utama BUMN adalah barang publik yang penggunaannya kerap dilakukan secara semena-mena.

BACA JUGA:  Pengamat Bongkar yang Bikin Maskapai Garuda nyaris Bangkrut

“Terkadang bahkan mindset-nya dana itu tidak apa-apa untuk dikorupsi atau dibagi-bagi ke jajaran direksi lain karena berpikir negara tak akan bangkrut,” ujarnya kepada GenPI.co, Minggu (18/7).

Ngorang menilai bahwa pertanggungjawaban BUMN terhadap APBN kerap tidak ada kejelasan atau transparansi.

BACA JUGA:  Pak Jokowi, Tolong Singkirkan Brutus Istana

“Kalau memakai APBN, harus dilihat apa yang sudah dipakai oleh APBN itu. Misalnya, kalau untuk infrastruktur, harus dilihat seperti apa bentuk pembangunannya,” ungkapnya.

Pengajar di Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie itu mengatakan jika APBN digunakan untuk modal usaha suatu perusahaan, seharusnya jumlah keuntungan menjadi indikator penting dalam pertanggungjawaban.

BACA JUGA:  Pejabat Negara Kirim Pesan Ke Rizal Ramli Salah Kaprah

“Ke mana keuntungan Garuda Indonesia selama ini? Tidak mungkin Garuda tak pernah untung, tapi lalu keuntungannya disimpan di mana? Sudahkah dikembalikan ke negara?” katanya.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara