Wisata Jalur Rempah di Maluku, Kekayaan Sejarah Nusantara

Benteng salah satu peninggalan zaman belanda di Maluku. (dok)
Benteng salah satu peninggalan zaman belanda di Maluku. (dok)

GenPI.co - Ternate dan Tidore, dua pulau kecil yang berdampingan di Laut Maluku, tidak hanya menjanjikan keindahan alam. Tapi juga kekayaan sejarah dan tradisi budaya. Banyak kisah lampau yang sangat memikat. Salah satunya terkait keberadaan jalur rempah. 

Ketua Dewan Pembina Yayasan Negeri Rempah, Hassan Wirajuda mengatakan Indonesia merupakan pusat penghasil rempah yang telah diakui dunia. Perdagangan rempah kemudian turut mempengaruhi pertukaran budaya dari berbagai bangsa.

"Perdagangan itu menghadiahkan kontak antar orang dan bangsa yang berbeda. Dari sana ada pertukaran budaya, filsafat, dan teknologi," ujar Hassa dalam keterangan persnya, Kamis (18/7/2019).

Wisata Jalur Rempah di Maluku, Kekayaan Sejarah NusantaraKetua Dewan Pembina Yayasan Negeri Rempah, Hassan Wirajuda. (dok)

BACA JUGA: Pemerintah Dukung Wisata Jalur Rempah

Hassan berharap upaya memperkenalkan sejarah terus ditingkatkan. Dalam hal ini peran pemerintah tentunya juga sangat dinantikan. 

"Kesadaran akan masa lalu kita sangat penting. Seperti Bung Karno pernah bilang, 'hanya bangsa besar yang bisa menghargai sejarahnya'. Kami mengingatkan para pengambil kebijakan, baik di pusat dan daerah, akan pentingnya pembelajaran untuk generasi muda tentang sejarah," tandasnya.


Perlu diketahui, jauh sebelum bangsa Eropa melakukan akivitas perdagangan di Asia Tenggara, Nusantara telah jadi pemain penting di dunia lewat rempah-rempahnya. Pada abad ke-15, bangsa Portugis menemukan rute ke Maluku. 


Redaktur : Cahaya

RELATED NEWS

Berita Tentang I Dont Hate Monday Terbaru dan Terkini Hari ini

KULINER