Jelang Ramadhan, Bisnis Kolang Kaling Mulai Menggeliat

Sejumlah ibu-ibu sedang buat kolang kaling dari buah aren. (Foto: Nanda)
Sejumlah ibu-ibu sedang buat kolang kaling dari buah aren. (Foto: Nanda)

GenPI.co - Jelang ramadhan bisnis buah kolang kaling mulai menggeliat. Sejak sepekan terakhir di Nagari Andaleh Baruh Bukik, Kabupaten Bukit Datar sejumlah ibu-ibu sibuk membelah buah aren atau yang akrab di sebut Kolang-kaling.

Hal serupa terlihat di beberapa titik di nagari seluas 6086 hektar tersebut. Meskipun musiman, namun memproduksi buah kolang-kaling merupakan sesuatu yang menjanjikan bagi bagi warga terutama pengusaha kolang-kaling di nagari tersebut. Berbeda titik, berbeda pula pengusahanya. 

Aljafri (40), seorang pengusaha buah kolang-kaling di Jorong Baruh Bukik mengatakan, jika hasil produksi kolang-kaling tidak hanya mengisi pasar di dalam provinsi saja. Namun, juga untuk mengisi pasar di luar provinsi seperti Jambi, Bengkulu, dan Riau.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Google Rilis 4 Fitur Video Call

“Untuk menutupi permintaan pasar, kita harus mengambil bahan baku di tempat lain. Meski ini musiman, namun hal ini sudah berlangsung sejak lama bahkan turun temurun,” ujar Aljafri saat ditemui, Rabu (24/4).

loading...

Aljafri mengatakan, biasanya harga jual akan meningkat seiring banyaknya permintaan, dan waktu itu biasanya seminggu akan memasuki awal Ramadhan. “Jadi buah ini menjadi bahan untuk dibuat makanan ataupun minuman untuk berbuka puasa,” jelasnya.

Bahan baku sendiri sebut Aljafri, dibeli dari pemilik pohon dengan harga Rp 40-50 ribu per pelepah. Kemudian, bahan baku direbus kemudian di belah dan isi buah di rendam dan siap di jual.

“Biasanya ada pembeli atau toke (pedagang pengumpul) nya menjemut ke sini, kemudian mereka yang kemudian mengedarkannya ke pasar-pasar,” jelasnya.


Redaktur : Cahaya

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Baca Buku Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING