100 Hari Pacaran Dengan Makhluk Tak Kasat Mata

100 Hari Pacaran Dengan Makhluk Tak Kasat Mata - GenPI.co
Ilustrasi: Freepik

Setelah tiga bulan pacarana aku mencoba mencari tahu sendiri asal-usulnya. Aku pun datang ke rumahnya usai pulang dari pabrik setelah sift malam. Aku yakin Barok pasti tidak ada di rumah karena dia harus kerja. 

Namun, setelah tanya sana-sini, aku tidak menemukan alamat rumah Barok. Aku lelah dan mampir ke sebuah warung. Ternyata aku mendapatkan fakta yang mengejutkan. Aku mencoba tanya kepada ibu penjaga warung dan menunjukkan foto Barok. 

“Ohh, Mubarok? Maaf mbak siapanya? Kalau yang foto sama mbak ini sudah meninggal mbak, sudah 100 harinya,” kata si ibu penjaga warung. 

BACA JUGA:  Keluar 4 Kali dengan Janda Muda, Aku Kewalahan

“Meninggal gimana? Orang tiga bulan lalu saya ketemu dia di dekat pohon beringin di ujung jalan itu, kok, terus kami dekat dan pacarana,” jawabku. 

Si ibu penjaga warung pun menjelaskan, bahwa Barok sudah meninggal karena terjebur sumur di dekat pohon beringin itu. Barok sendiri bukan penduduk desa tersebut. Konon, sebelum dia meninggal dia sempat akan melamar anak pak lurah. 

BACA JUGA:  Aku Kaget, Mantan Pacarku Kini Jadi Janda Muda, Oh…

Namun, anak pak lurah meninggal karena sakit. Sejak kepergian pacarnya, Barok sering melamun di pinggir sumur itu dan ditemukan warga tak bernyawa di dalam sumur. 

Mendengar cerita dari ibu warung, tubuhku langsung gemetar. Rasa takut pun menghampiri. Sejak fakta tersebut terungkap aku tak pernah lagi bertemu Barok, bahkan nomor telepon miliknya pun tidak aktif. (*)

Video heboh hari ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara