Wah, Bansos PPKM Darurat Dapat Tambahan Berupa Beras

Wah, Bansos PPKM Darurat Dapat Tambahan Berupa Beras - GenPI.co
Beras yang dijual di pasar. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)

GenPI.co - Pemerintah akan memberikan bantuan tambahan berupa beras kepada penerima bantuan sosial (bansos) sebagai respons penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali.

“Tadi pagi barusan diputuskan Pak Presiden untuk memberikan tambahan beras pagi keluarga-keluarga penerima bansos," kata Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani seperti yang dilansir dari Antara, Rabu, 7 Juli 2021.

Sri Mulyani menyampaikan tambahan bantuan tersebut sekaligus untuk menyerap gabah petani yang produksinya sedang meningkat. Selain itu juga sebagai upaya untuk menstabilkan harga gabah di level petani.

BACA JUGA:  Sri Mulyani Bilang Utang Negara Aman, Rizal Ramli: Aman dari Mana

“Ini juga bisa menstabilkan harga di petani dan membantu keluarga keluarga, yang terutama kelompok rentan,” ujar Sri Mulyani.

Untuk merespon penerapan PPKM Darurat pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos tunai selama dua bulan dengan anggaran tambahan sebesar Rp 6,1 triliun untuk 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sehingga total anggaran untuk bansos tunai adalah Rp 18 triliun.

BACA JUGA:  Sri Mulyani: Indonesia Negara Pengecualian PPN Terbanyak di Asia

Pemerintah juga melakukan percepatan penyaluran kartu sembako pada awal Juli 2021 dan memenuhi target 18,8 juta KPM dengan total alokasi Rp 40,19 triliun.

Kemudian percepatan penyaluran dana Penerima Keluarga Harapan (PKH) pada awal Juli dengan alokasi Rp 28,31 triliun untuk 10 juta KPM. Begitu juga dengan percepatan penyaluran BLT desa dengan alokasi Rp 28,8 triliun untuk 8 juta KPM.

BACA JUGA:  Sri Mulyani Sebut Defisit APBN Capai Rp 219,3 Triliun

Adapun pemerintah mengalokasikan Rp 153,86 triliun untuk klaster perlindungan sosial dan baru terserap Rp 66,43 triliun atau 43,2 persen dari pagu.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara