Mari Larut dalam Suasana Semarang Tempoe Doeloe

Mari Larut dalam Suasana Semarang Tempoe Doeloe
Image Caption Here

Meski terus membangun layaknya kota besar,  Semarang tidak pernah melupakan sisi tradisional. Nah kalau kamu ingin tahu seperti apa Semarang tempo doeloe, ada baiknya berkunjung ke kawasan Kota Lama, 20-23 September nanti.

Kenapa harus datang? Karena di saat itu digelar Festival Kota Lama. Momennya sangat untuk pecinta heritage.

Kawasan Kota Lama Semarang disebut juga Outstadt. Luas kawasan ini sekitar 31 hektar. Dilihat dari kondisi geografi, tampak kawasan ini terpisah dengan daerah sekitarnya, sehingga mendapat julukan ‘Little Netherland’

"Tahun 2015 lalu Kota Lama Semarang masuk dalam list tentatif World Heritage UNESCO, jadi semuanya harus terus disiapkan menjadi destinasi Internasional. Adanya festival ini semakin mempopulerkan Kota Lama di Semarang, Jawa Tengah," ujar Plt Deputi Pengembangan Pemasaran 1 Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani di Jakarta, Rabu (12/8).

Salah satu festival terbesar di Semarang itu akan mengangkat tema  "Collaboration in Diversity". Serangkaian acara dapat dinikmati. Seperti Pameran Kangenan, yang memampang kekhasan Semarang disertai informasi menarik. Juga beragam atraksi menghibur, dan pernak pernik yang meleburkan sejarah dan kebudayaan. Seperti tari tradisional, fashion show batik semarangan terkini.

Ada juga Pasar Sentiling yang berisi aneka kuliner legendaris seperti jamu jun, lumpia, ganjelrel, dan masih banyak lagi. Kuliner lumpia asal Semarang juga akan tampil. Tidak tanggung-tanggung, akan ada stand Bonlancung. Yaitu kampung pembuatan kulit lumpia terbesar yang ada di Indonesia.

Semakin meriah, festival itu akan diwarnai dengan performa musik jazz dari Nial Djuliarso dan Tohpati.  . Juga terdapat penyelenggaraan Temu Pusaka Indonesia yang bekerja sama dengan BPPI dan Pekan Film Semarang bersama dengan Sineroom.

Menteri Pariwisata Arief Yahya ikut bicara soal Festival Kota Lama 2018. Dia mengaku sangat senang lantaran Semarang mulai rajin membuat even kreatif yang bisa mendatangkan banyak wisatawan.

“Ini bagus sekali. Kota Lama Semarang sudah masuk radar UNESCO karena daerahnya yang berpotensi menjadi Warisan Dunia. Lewat even-even kreatif seperti ini, mata dunia akan terus mengarah pada Semarang," ujar Arief.



RELATED NEWS

KULINER