NjaBa NjeRo Tampilkan Kolaborasi 8 Seniman

Sanggar seni Bagaskara menggelar pertunjukan NjaBa NjeRo . (Foto: Weningtyas).
Sanggar seni Bagaskara menggelar pertunjukan NjaBa NjeRo . (Foto: Weningtyas).

Event yang dihelat oleh Sanggar Seni Bagaskara bertajuk NjaBa Njero #2 “Njanggleng Bareng-Bareng, Njegong Royang-Royong” di akhir Februari berlangsung sangat meriah. Sekitar pukul 19.30, penonton sudah berbondong-bondong memenuhi GOR Kelurahan Kaliwiro. 

Bagus Santoso, ketua Sanggar Seni Bagaskara menyampaikan bahwa acara ini rutin diadakan setiap 6 bulan sekali.

“Acara ini adalah acara rutin setiap 6 bulan sekali, berkat pemikiran bersama Sanggar Bagaskara sebagai wujud hibah seni yang bisa kita lakukan. Harapannya acara ini dapat menjadi acara yang mewadahi seniman-seniman, sekaligus dapat memberi manfaat untuk lingkungan sekitar dari keberadaan Sanggar Bagaskara dengan segala keterbatasannya," ucap Bagus, Selasa (5/3)

Ada setidaknya 50 penampil yang menyajikan delapan atraksi memukau yang berbeda, diantaranya ada pantomim, beatbox, puisi, kendang, paduan suara, bundengan dan tari, motivasi kesenian, hingga pameran lukisan.

Baca juga: Kebun Kalalili, Pencetus Green Souvenir di Wonosobo

Salah satu penampil, rapper, Arma Deni Kurniawan merasa bangga dan sangat mengapresiasi acara yang diadakan oleh Sanggar Seni Bagaskara ini

“Saya bangga bisa jadi bagian dari acara NjaBa NjeRo ini, semoga event bisa konsisten dan semakin lebih baik lagi. Antusiasme penonton diluar ekspektasi, sampai ketemu di NjaBaNjero #3," kata pemuda yang biasa disapa Onchow ini.

Senada pula dengan yang disampaikan oleh Lukmanul, seniman bundengan yang sudah konser di Australia , bahwa menurutnya, acara ini adalah salah satu acara yang keren dan menarik di Wonosobo.

Disampaikan Mela, salah satu penonton dari Kaliwiro, keberadaan seniman adalah aset untuk daerah, maka dari itu wadah seperti ini perlu sekali untuk mengekspresikan talenta talenta yang mungkin tidak terjamah di daerahnya sendiri. 

Semoga pemerintah juga melirik bahwa acara seperti NjaBa NjeRo ini adalah sangat perlu dilakukan agar banyak anak-anak dan remaja menjadi tidak terjerumus dalam hal negatif, karena adanya kegiatan dan wadah berekspresi. “Semoga acara seperti ini bisa rutin dan syukur-syukur bisa keliling desa,” ungkapnya.

Turut hadir pula, One Andang Wardoyo, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo yang memberikan sambutan pada acara tersebut.

“Apresiasi tertinggi untuk penyelenggara dan ayo gerakkan semaksimal mungkin. Ayo angkat ciri khas daerah masing-masing, seperti cimplung Kaliwiro dan masih banyak lagi lainnya,” ucap Andang.


Redaktur: Cahaya

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Mia Kamila
Reporter
Mia Kamila

KULINER