Raja-raja Berkumpul di Madura

Festival Keraton Nusantara 2018.
Festival Keraton Nusantara 2018.

Para raja se-Nusantara, bakal berkumpul di Pulau Madura dalam Festival Keraton Nusantara (FKN) 2018. Event di Sumenep, Madura, digelar 13-18 Oktober.

FKN 2018 merupakan ajang tahunan. Setidaknya 50 istana dari berbagai kesultanan di seluruh Indonesia terlibat di dalamnya. Mereka bakal memamerkan banyak benda suci, kesenian khas hingga seminar budaya dari daerahnya masing-masing.

FKN 2018 akan berisikan pagelaran seni dan budaya bernuansa keraton. Seperti Kirab Agung Prajurit Keraton, Pagelaran Kesenian Keraton, Pagelaran Upacara Adat Keraton, Pagelaran Busana Keraton, Pameran Benda-Benda Pusaka Keraton, Pertemuan Raja atau Sultan Nusantara.

Bupati Sumenep A. Busyro Karim mengatakan, festival ini sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam menyongsong Visit Sumenep Tahun 2018. “Diharapkan berdampak baik bagi perekonomian dan mendongkrak kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sumenep,” jelas Busyro

Selain itu, para seniman, budayawan, sejarawan dan seluruh warga Sumenep bisa memanfaatkannya untuk ajang silaturahmi dan berbagi ilmu.

"Termasuk bagi mahasiswa, dan siswa dari mulai SD sampai SMA  juga bisa ikut belajar, sejarah, budaya dan seni dari seluruh Indonesia," tambahnya.

Sebagai tuan rumah, Sumenep akan menjamu para tamu peserta keraton dan masyarakat luas. Pihaknya akan menyajikan kesenian, benda keraton, situs, kuliner dan objek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Sedangkan para undangan keraton/kesultanan akan menyajikan budaya dan kesenian masing-masing.

"Penguatan cultural value dari Festival Keraton Nusantara akan memberikan dampak terhadap commercial value. Semua harus menghasilkan kombinasi yang serasi," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya, Selasa (9/10).

Dengan masuknya event ini dalam 100 Wonderful Event Kementerian Pariwisata, Menpar berharap bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Sekaligus mempromosikan banyak kebudayaan yang beragam.

"Memang, pelestarian budaya ini dirasa sangat perlu. Misinya, apalagi kalau bukan untuk mengenalkan adat tradisi dan budaya keraton yang bernilai luhur. Ini juga sekaligus melestarikan benda-benda peninggalan sejarah dan purbakala sebagai aset serta sebagai daya tarik pariwisata," ujar Menpar Arief Yahya

Bagi yang ingin ke Sumenep, ada banyak alternatif cara untuk pergi ke sana. Dari Bandara Juanda, Surabaya, ada pesawat menuju Sumenep yang jadwalnya sehari sekali. Bila milih jalur darat, bisa naik Bis Damri Bandara - Terminal Bungur, lanjut bis AKAS menuju Sumenep.

Soal penginapan, di Sumenep banyak hotel atau penginapan. Harga paling rendah ada yang di bawah Rp 50 ribu. Tapi juga ada hotel kelas Melati yang menawarkan rate Rp 200-Rp300 ribu.

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS

KULINER

My Trip Story

Oleh:
Anggi Agustiani
Reporter