Banyuwangi Pamer Kekayaan Budaya dengan Festival Kuwung 2018

Banyuwangi Pamer Kekayaan Budaya dengan Festival Kuwung 2018 - GenPI.co
Festival Kuwung 2018

Banyuwangi selalu punya cara untuk membuat wisatawan mengunjunginya. Kali ini melalui Festival Kuwung 2018. Perhelatan yang digelar pada Sabtu (08/12) mendatang ini  merupakan salah satu rangkaian acara ‘Harjaba’ atau hari jadi Banyuwangi ke-247.

Kuwung sendiri adalah kata dari bahasa osing yang berarti ‘Pelangi’. Sebagaimana diungkapkan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, festival ini diharapkan menyatukan berbagai budaya, kesenian dan tradisi di Banyuwangi sendiri maupun dari luar daerah. Festival ini diibaratkan menjadi etalase dan ajang bagi masyarakat  serta seniman lokal untuk menunjukan keberagaman kesenian di daerah itu.

“Perbedaan Festival Kuwung dengan festival lainnya adalah festival lain menampilkan satu tematik budaya Banyuwangi. Di Kuwung ini beragam tradisi khas Banyuwangi akan dipertontonkan,” kata Anas.

Seperti fenomena pelangi yang memiliki beragam warna, festival Kuwung 2018 ini menyuguhkan tema ‘Selendang Wangi’. Tema tersbut sarat makna, yakni sebagai wujud nyata semua pihak dalam menggali mengembangkan dan melestarikan seni budaya Banyuwangi dengan penuh tanggung jawab dan rasa cinta.

Parade ini nantinya akan diikuti beberapa daerah di Indonesia. Ada kesenian dari Kediri, Probolinggo, Jembrana, Buleleng dan sebagainya. Penampilan kontingen dari daerah Jawa Timur dan Bali ini akan menambah keanekaragaman kesenian dalam Festival Kuwung 2018 ini.

"Kami juga mengundang Kabupaten Bali, Kota Kediri, Yogyakarta untuk menampilkan keseniannya. Jadi, festival ini akan meriah karena bisa menyaksikan kesenian daerah lain. Para seniman juga bisa saling sharing mengenai pengembangan kesenian daerah," jelas Anas.

Parade akan dimulai pukul 19.00 WIB dengan rute sejauh 2,5 kilometer.  Start awal di depan kantor Bupati Banyuwangi di  Jalan A Yani. Arak-arakan lalu mengarah ke PB Soedirman – Jl KS Tubun dan Finish Gazebo Blambangan.

 “Kegiatan ini bukan sekadar cara untuk menarik wisatawan. Lebih dari itu,  ini adalah pesta rakyat sekaligus memberikan panggung  bagi anak-anak Banyuwangi untuk menampilkan kreatifitas bakat dan potensinya kepada dunia luar,”Anas mengimbuh

Berita Selanjutnya
Nusantara