Festival Pasraman Indonesia 2018 di Bali Siap Digelar

Sejumlah seniman menampilkan pakaian khas Bali dalam parade pembukaan Pesta Kesenian Bali ke-40 di Denpasar, Bali, Sabtu, 23 Juni 2018. Festival tahunan di bidang seni budaya tersebut akan berlangsung 23 Juni-21 Juli 2018 dengan menampilkan 271 kelompok k
Sejumlah seniman menampilkan pakaian khas Bali dalam parade pembukaan Pesta Kesenian Bali ke-40 di Denpasar, Bali, Sabtu, 23 Juni 2018. Festival tahunan di bidang seni budaya tersebut akan berlangsung 23 Juni-21 Juli 2018 dengan menampilkan 271 kelompok k

Festival Pasraman Indonesia 2018 akan segera diselenggarakan di Desa Wisata Kertalangu, Kota Denpasar, Bali, 8-9 Desember. Wakil Ketua Panitia festival, Ram Adi Saputra, mengatakan festival itu merupakan kolaborasi antara seluruh pasraman yang memiliki metode pengajaran spiritual Hindu.

"Seluruh program-program pasraman nantinya akan dituangkan dalam festival yang akan melibatkan ribuan peserta, baik dari perkumpulan yang bergabung dalam pasraman maupun masyarakat. Tahun ini pertams kalinya festival akan melibatkan ratusan pasraman, dan diikuti ribuan peserta." ujarnya di Denpasar, Selasa, 4/12.

Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam festival ini adalah simposium, parade Ashram (pasraman), Padayatra yang akan melibatkan ribuan masyarakat, dan yoga. Lalu ada juga pengobatan alternatif dan medis, donor darah, dan bimbingan spiritual.

Khusus untuk pergelaran, yakni parade Ashram (pasraman) akan menampilkan kolaborasi anak-anak brahmacari seluruh pasraman. Untuk Padayatra yang digelar di kawasan Desa Wisata Kertalangu diprediksi melibatkan ribuan orang yang akan berdoa untuk kedamaian Nusantara. Selain itu juga ada pameran anjungan kuliner dan berbagai macam pameran pernak-pernik khas pasraman.

Ketua Dewan Pengurus Perkumpulan Pasraman Indonesia (DPPPI) I Ketut Murdana mengatakan festival Pasrama digagas oleh PPPI untuk mempersatukan dan memperkokoh gerak langkah bersama dalam menumbuhkan nilai-nilai ajaran adiluhung kepada masyarakat.

Mediumnya adalah berbagai kegiatan bernuansa spiritual Hindu. Hal tersebut dilakukan juga untuk merefleksikan nilai-nilai kebhinnekaan yang dikemas dalam bentuk model pasraman. I Ketut Murdana berharap festival ini mampu mewujudkan dan menjalin kebersamaan dalam menghadapi tantangan umat dan memberdayakan serta meningkatkan masyarakat Indonesia khususnya di Bali.

Reporter: Yasserina Rawie

Redaktur: Landy Primasiwi



RELATED NEWS