Dikemas Modern, Gola Kolang Tetap Alami

Proses pembuatan gula merah, atau disebut kokor gola kolang, dipertontonkan pada saat Festival Kearifan Lokal di Kecamatan Kuwus, belum lama ini.
Proses pembuatan gula merah, atau disebut kokor gola kolang, dipertontonkan pada saat Festival Kearifan Lokal di Kecamatan Kuwus, belum lama ini.

GenPI.co - Gola Kolang, produk gula merah kearifan  masyakarat Kolang yang mendiami Desa Sompang Kolang, Kecamatan Kuwus, Manggarai Barat, NTT. Melalui BUMDes, generasi millennial setempat mengupayakan  nilai jual gola kolang semakin terangkat. Salah satu adalah dengan pengemasan yang lebih modern.

Yuvens Kurniawan, tokoh pemuda Desa Sompang Kolang mengatakan, meski sudah tampil modern gola kolang tetap mempertahankan kealamiannya. Produksi gola kolang menggunakan cara tradisional oleh para perajin berpengalaman.

“Hanya orang-orang tertentu saja yang punya keahlian membuat gola Kolang,” kata Yuvens kepada GenPI.co, Rabu (8/4).

Baca juga: Melelahkan, Begini Proses Kokor Gola Kolang 

Sejak masih berbentuk cairan yang disadap dari pohon aren/enau,  perajin memanfaatkan bahan-bahan yang bersumber dari alam. Bahan-bahan itu seperti kayu untuk memukul batang yang dinamakan tewa raping. Kayu itu berukuran pendek, biasanya kayu ara dan kayu lainnya yang sesuai dengan pohon enau tersebut.

loading...

Alih-alih menggunakan ember plastik, cairan enau ditampung menggunakan bambu betong besar yang disebut gogong. Lalu ada ada ijuk (wunut) untuk menyaring cairan bakal gola kolang ini agar tetap bersih.  

“Sebelum dikemas secara modern seperti sekarang,  gula gola kolang dibungkus dengan pelepah pohon enau,” tutur Yuvens.

Dikemas Modern, Gola Kolang Tetap AlamiRupa Gola Kolang setelah dikemas secara modern melalui BUMDes yang diinisiasi oleh generasi millennial Sompang Kolang.


BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Baca Buku Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING