Liputan Khusus

Pembangunan yang Tak Ramah Pejalan Kaki Segera Ditinggalkan

Mau Sehat, Jalan Kaki Aja!
Kepala BPTJ Bambang Prihartono (foto: Sapta Inong)
Kepala BPTJ Bambang Prihartono (foto: Sapta Inong)

GenPI.co— Untuk mengatasi kemacetan, bukan hanya dilakukan dengan mengajak masyarakat di kota besar untuk beralih menggunakan transportasi massal.

Namun pendekatan lain juga dilakukan, salah satunya mendorong pembangunan pemukiman yang ramah bagi pejalan kaki. Yaitu dengan mewujudkan kawasan mixed-use yang mengintegrasikan permukiman, jasa, dan komersial dengan simpul transportasi publik atau Transit Oriented Developement (TOD).

Bukan lagi perumahan yang dibangun jauh dari jangkauan transportasi umum sehingga sebagian penghuninya menggunakan kendaraan pribadi, menyebabkan macet di jalan saat mereka keluar dan pulang di waktu bersamaan.

Baca juga:

Trotoar Keren Sudah Ada di Jakarta, Tapi…

Integrasi Ini akan Memudahkan Kamu Berjalan Kaki

Ada pula mal dan perkantoran yang tidak terlalu jauh dari jangkauan transportasi umum namun menyediakan gedung parkir yang besar, yang membuat warga lebih memilih mendatangi pusat perbelanjaan itu menggunakan kendaraan pribadi daripada kendaraan umum, yang akhirnya menyebabkan macet.


Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) menghitung bahwa terdapat 38.000 ruang parkir di sepanjang jalan Sudirman dan Thamrin, Jakarta. Sementara daya tampung ruas jalan tersebut hanya 8.000 kendaraan per jam. Karena itu, pada saat kendaraan-kendaraan yang parkir itu hendak keluar pada sore hari, jalan yang tersedia tidak mampu menampung mereka dan terjadilah kemacetan. Ini adalah kendala besar yang dihadapi Jakarta.


Reporter : Robby Sunata

Redaktur : Linda Teti Cordina

RELATED NEWS