Pandak, Desa Wisata Penghasil Sarjana

Pandak, Desa Wisata Penghasil Sarjana

Salah satu kesuksesan perekonomian sebuah desa bisa diraih melalui pariwisata. Seperti yang terjadi pada Desa Pandak, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.  Desa ini  berhasil meraih pendapatan asli desa (PADes) hingga Rp 2 miliar.

Bersama perusahaan asal Korea, Desa Pandak mengembangkan potensi wisata alamnya untuk dijadikan kawasan wisata kelas internasional. Kawasan wisata itu dikembangkan dengan memanfaatkan lahan milik desa dengan sistem perjanjian sewa.

"Dalam lima tahun terakhir, Pendapatan Asli Desa Pandak telah meningkat puluhan kali lipat. Besarnya PADes menjadi modal dasar bagi Pemerintah Desa Pandak untuk memberdayakan masyarakat dan memajukan desa," ujar Kepala Desa Pandak, Rasito, Kamis (3/1).

Di lahan seluas kurang lebih 11 hektar, katanya, telah berdiri  lokasi Wisata Dreamland. Satu lagi yang belum lama ini dibuka adalah De Village dan taman bunga. Kemudian dibangun juga Pabrik Wig (rambut palsu).

Keberadaan pusat ekonomi baru ini berhasil menyerap sekitar 400-an tenaga kerja dari Desa Pandak dan sekitarnya. Pada 2017, Desa Pandak masuk sebagai salah satu 150 desa unicorn di Indonesia.

"Kami berharap Desa Pandak tidak semata hanya menjadi sebuah desa mandiri, tidak ada pengangguran, dan sejahtera. Saya memimpikan Desa Pandak dapat dikenal sampai ke mancanegara," harap Rasito.


Sebenarnya Desa Pandak mampu menggaji perangkat desa hingga Rp 8,5 juta per bulan. Namun kebijakan itu belum dapat dilaksanakan karena masih menunggu dan menyesuaikan dengan Peraturan Bupati.


RELATED NEWS