Seram, Perusahaan ini Punya Aplikasi Penyadap Whatsapp

perusahaan NSO dari Israel dituding menyusupi aplikasi Whatsapp untuk menyadap ponsel penggunanya. (Foto:
perusahaan NSO dari Israel dituding menyusupi aplikasi Whatsapp untuk menyadap ponsel penggunanya. (Foto:

GenPI.co - Minggu ini dunia digital dikejutkan dengan terjadinya penyusupan terhadap aplikasi percakapan populer whatsapp. Tidak diketahui berapa banyak ponsel yag telah terkena infeksi ini. Namun whatsapp telah diunduh oleh lebih dari 1,5 miliar kali dan digunakan di semua sistem operasi, Android, windows, dan iOS.

Aplikasi percakapan yang kini dimiliki oleh Facebook ini pun segera mengirimkan peringatan kepada Departemen kehakiman AS dan lembaga HAM internasional mengenai penerobosan ini berdasarkan kekhawatiran yang beralasan. Perangkat lunak yang digunakan untuk menerobos whatsapp memiliki segala penanda yang merujuk pada satu perusahaan misterius dengan rekam jejak tidak baik. Perusaaan itu bernama NSO.

Baca juga: Sebelum kecelakaan Lion , Boeing Sudah Tahu Masalah Pada Max 8 

NSO adalah perusahaan besar dari Israel yang khusus menyediakan peralatan pengintaian siber. Pelanggannya berupa penyelenggara negara alias pemerintah. Ada 45 pemerintah negara menjadi pelanggan NSO, salah satunya Arab Saudi

Produk terkenal dari NSO adalah Pegasus merupakan perangkat lunak perusak yang bertujuan melacak telepon korban. Pegasus beraksi dengan mengirim sebuah pesan melalui SMS atau whatsapp berisi tautan, jika tautan ditekan, pengaturan pada telepon akan memberikan semua akses kepada Pegasus untuk melihat semua data yang disimpan di dalam telefon, termasuk perpesanan, panggilan telefon, foto, kontak, dan riwayat lokasi melalui GPS.

Pegasus juga mampu mengaktifkan dan menggunakan microfone dan camera pada henpon yang dia masuki sehingga mampu menguping percakapan si korban. Pegasus membuat pemerintah yang memakainya bisa melihat posisi korban, kepada siapa dia bicara, dan berbicara mengenai apa.

NSO mengaku Pegasus hanya dijual kepada pemerintahan yang disetujui oleh Israel dan digunakan hanya untuk memerangi kejahatan dan terorisme. Mereka juga mengaku bisa mengendalikan Pegasus yang telah dibeli dan dioperasikan oleh pemerintah tertentu. Namun pakar keamanan siber meragukan hal itu. Karena begitu dibeli dan dioperasikan, Pegasus bisa digunakan untuk mengintai siapa saja yang dianggap menjadi ancaman bagi pemerintah. Termasuk adalah pekerja HAM dan Jurnalis.

Jamal Khashoggi tewas dibunuh di Turki pada tahun 2018. menurut rekan kerjanya di The Washington Post, ponsel Jamal diintai oleh pemerintah Arab Saudi menggunakan perangkat lunak buatan NSO. Baru-baru ini LSM HAM internasional Amnesty International menemukan jejak perangkat lunak pengintai buatan NSO di ponsel salah satu staf mereka di Arab Saudi. Amnesty international lalu mengajukan tuntutan hukum kepada NSO di Tel Aviv.

Tindakan berjaga-jaga yang harus dilakukan adalah tidak sembarangan menekan tautan yang dibagikan, baik oleh orang yang dikenal maupun tidak dikenal.

Seringkali kita menerima pesan pendek dari nomor tidak dikenal yang berisi pesan bahwa kita memenangkan sesuatu dan mesti menekan tautan yang disediakan. Kadang pula orang-orang yang kita kenal latah membagikan tautan asing yang menjanjikan memberi keuntungan berupa uang atau barang. Hati-hati traveler!

Simak juga video menarik berikut


Reporter: Robby Sunata

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Landy Primasiwi
Reporter
Landy Primasiwi

KULINER