Disamping Tak Melangkahi Kotoran Ayam, ini Mitos Sunat Lainnya

Ilustrasi anak disunat. (Foto: nu.or.id)
Ilustrasi anak disunat. (Foto: nu.or.id)

GenPI.co - Setelah lebaran usai, tibalah musim sunat. Para orang tua mengiming-imingi anak mereka berbagai hadiah jika mau bersunat saat libur sekolah. Anak-anak pun antara takut dan mau. Mereka mau disunat, karena sekalin ajaran agama, juga lantaran iming-iming hadiah. Ada perasaan takut juga sebab mendengar prosesnya yang menyakitkan.

Selain itu terdapat beberapa mitos seputar sunat. Apa saja? Berikut  GenPI.co merangkum dari beberapa sumber.

Baca juga:

Rayakan Usia 30 Tahun, Ayo Traveling Sendiri 

Wisata ke Luar Angkasa, Tiketnya Bisa Beli 406 Unit Fortuner! 

Sunat membuat anak cepat tinggi

Ini yang masih dipercaya oleh bsnysk masyarakat. Entah bagaimana pemangkasan pucuk alat sensitif anak laki-laki berkolerasi dengan kecepatan tumbuhnya. Jawabnya, tidak ada. 

Tinggi badan manusia hanya terkait pada faktor keturunan dan nutrisi yang dikonsumsi oleh si anak. Menurut penelitian, faktor  keturunan memberi pengaruh 60% sampai 80% atas tinggi badan seseorang. sementara sisa 20% - 40%-nya terkait dengan kondisi lingkungan, termasuk dan terutama asupan nutrisisi anak.

Tidak boleh makan telur, daging, dan ikan

Telur, daging, dan ikan dilarang dimakan oleh anak yang bersunat karena kuatir lukanya akan lama sembuh. Namun yang terjadi adalah sebaliknya. Telur, daging, dan ikan harus dimakan karena mengandung banyak protein yang mampu mempercepat penyembuhan luka sunat.

Larangan memakan ketiga bahan tersebut diduga sekadar trik yang dipakai orang tua di masa lalu. Sebab di zaman dulu telur, daging, dan ikan harganya mahal atau susah   didapat. Meelarang ketiganya akan membatasi permintaan anak-anak sebagai kompensasi atas kesediaan mereka disunat.

Tidak boleh lari nanti keluar banyak darah

Kalau mitos ini ada benarnya.  Banyak berlari akan membuat jantung berdetak  lebih cepat. Hal itu akan membuat lebih banyak darah yang dipompa ke seluruh tubuh daripada situasi normal, termasuk ke urat darah pada penis, membuat darah keluar lebih banyak.  Ketakutan hingga berdebar juga membuat darah ‘ngocor’ dari luka. 

Tidak boleh melangkahi kotoran ayam 

Mitos yang ini juga mengandung kebenaran. Luka terbuka setelah disunat memang sebaiknya dijauhkan dari sesuatu yang kemungkinan bisa menyebabkan infeksi karena mengandung banyak virus atau bakteri seperti kotoran ayam. Lagi pula bila luka sunat masih basah sebaiknya anak-anak istirahat di rumah dan bukannya bermain di luar rumah.

Simak juga video berikut


Reporter : Robby Sunata

Redaktur : Paskalis Yuri Alfred

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Mia Kamila
Reporter
Mia Kamila

KULINER