Wah, Ternyata Sahara Dulunya tempat Hidup Lele Raksasa

Peta gurun sahara 90 juta tahun silam, dengan sebuah jalur air yang menjadi rumah bagi hewan=hean laut raksasa, termasuk lele. (Foto: dinosaurpictures.org)
Peta gurun sahara 90 juta tahun silam, dengan sebuah jalur air yang menjadi rumah bagi hewan=hean laut raksasa, termasuk lele. (Foto: dinosaurpictures.org)

GenPI.co - Gurun sahara dahulunya adalah lautan dan tempat beberapa ikan lele dan ular laut besar pernah hidup. Hal itu diungkap oleh kelompok peneliti dari Universitas Stony Brook di Amerika Serikat.

Penelitian yang berjudul 'Stratigraphy and paleobiology of the Upper Cretaceous-Lower Paleogene sediments from the Trans-Saharan Seaway in Mali'   memiliki sebuah jalur air besar membelahnya dari utara ke selatan membuat afrika utara dan Sahara terbagi dua. Laut ini sedalam sampai 50 meter dan bertahan hingga 50 juta tahun yang lalu, sebelum menjadi daratan hijau yang lalu mengering dan menjadi gurun pasir seperti saat ini.

Baca juga:

Bali Didapuk Jadi Pulau Terbaik Ketiga di Dunia 

Kemarau, Petani Tembakau Terpaksa Beli Air Hingga Panen 

Laut ini berisi berbagai makhluk air purba berukuran raksasa, yang paling menonjol adalah ikan lele sepanjang 1,6 meter dan ular laut sepanjang 12,3 meter. Jejak makhluk air purba raksasa ini ditemukan dalam bentuk tulang belulang dan gigi geligi yang dalam penggalian di daerah Gao, Mali utara, yang berada di tengah-tengah Gurun Sahara. 

Menurut Maureen O'Leary, palaeontologis dari Universitas Stony Brook yang memimpin tim penggalian, warga sekitar lokasi penggalian kerap menemukan cangkang di tengah gurun pasir dan tahu bahwa itu berasal dari hewan laut. Hal itu menunjukkan bahwa mereka paham bahwa tempat mereka tinggal saat ini dahulunya adalah dasar lautan.

Hal menarik adalah ukuran hewannya yang lebih besar daripada fosil sejenis pada masa yang sama dari tempat lain di dunia.  Teori yang diajukan O'Leary adalah bahwa saat laut mulai menyurut maka terbentuklah beberapa danau tempat hewan-hewan ini berkembang biak, mereka bisa menjadi sedemikian besar mungkin karena melimpahnya bahan makanan atau karena minimnya predator atau karena keduanya.

Temuan arkeologi ini semakin menegaskan bahwa gurun sahara yang kita kenal saat ini adalah tempat yang subur dan hijau dalam waktu yang panjang dan baru berubah menjadi kering dalam 6.000 tahun terakhir ini. Perubahan iklim memang mengejutkan yah!

Simak juga video menarik berikut


Reporter : Robby Sunata

Redaktur : Paskalis Yuri Alfred

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Hafid Arsyid
Reporter
Hafid Arsyid

KULINER