Takut Diisolasi, Pengungsi Rohingya Tolak Tes Cepat Covid-19

Pengungsi Rohingya. Foto: Antara
Pengungsi Rohingya. Foto: Antara

GenPI.co - Pengungsi Rohingya di Bangladesh yang memiliki gejala penyakit covid-19 menolak menjalani tes karena mereka takut diisolasi dan  berpisah dengan keluarganya.

Sementara beberapa pengungsi di kamp-kamp itu memiliki gejala seperti demam, batuk kering, dan masuk angin pada awal musim hujan, banyak yang menduga itu adalah virus corona.

BACA JUGA: Menristek Bilang Indonesia Ogah Cuma Jadi Pasar Vaksin Covid-19

"Mereka tidak ingin diuji," kata seorang pengungsi, Nurul Amin dilansir dari Reuters, Jumat (5/6).

"Kami sangat takut. Atas karunia Allah, kami baik-baik saja sejauh ini, tetapi berapa lama kami bisa bertahan?" ujar dia.

ADVERTISEMENT

Hanya satu kematian dari akibat covid-19 yang tercatat di kamp-kamp yang terletak di tenggara Bangladesh. Sekitar 730.000 Muslim Rohingya melarikan diri pada 2017 untuk menghindari tindakan keras militer di Myanmar yang mayoritas beragama Buddha.

Tetapi pekerja bantuan khawatir virus corona mungkin menyebar lebih cepat di penampungan pengungsi terbesar dunia, daripada hanya 29 kasus yang tercatat sejak pertengahan Mei.

Hanya 339 tes telah dilakukan di kamp, kata para pejabat, sebagian karena orang tidak pergi ke fasilitas kesehatan untuk diperiksa.


Redaktur : Cahaya

loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Anak Emas Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING