WHO Akui Kesalahan Lockdown Bikin Ekonomi Negara Rontok

Amerika Serikat menerapkan kebijakan Lockdown. FOTO: Jeenah Moon/Reuters/Antara
Amerika Serikat menerapkan kebijakan Lockdown. FOTO: Jeenah Moon/Reuters/Antara

GenPI.co - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak menganjurkan negara untuk mengkarantina wilayah atau lockdown sebagai mengendalikan wabah virus corona. 

"Kami meminta kepada semua pemimpin dunia untuk berhenti menggunakan lockdown sebagai metode utama pengendalian (wabah). Kembangkan sistem yang lebih baik untuk hal ini," kata Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Urusan Pandemi COVID-19, dr. David Nabarro di Inggris, Minggu (11/10).

BACA JUGA: Din Syamsuddin Peringatkan Jokowi, Menohok Banget

Nabarro mengkritisi langkah lockdown dalam kaitannya dengan dampak kesulitan ekonomi dan kemiskinan secara global. Ia mengambil contoh sektor pariwisata, seperti di Karibia atau wilayah Pasifik yang terpukul karena tidak ada turis.

"Lihatlah yang terjadi dengan tingkat kemiskinan, tampaknya kita akan mengalami angka kemiskinan dunia yang berlipat ganda pada tahun depan. Ini adalah malapetaka global yang mengerikan," ujar dia.

loading...

"Lockdown hanya memberikan satu konsekuensi yang tidak boleh diremehkan, yaitu membuat masyarakat miskin menjadi jauh lebih miskin," kata Nabarro menegaskan.

Menurutnya, karantina wilayah hanya dibenarkan untuk memberikan waktu kepada pemerintah agar dapat "mengatur, mengelompokkan, dan menyeimbangkan kembali sumber daya" untuk selanjutnya mengambil jalan tengah dalam penanganan pandemi.

BACA JUGA: Menlu Retno Terbang ke Inggris Amankan Vaksin Covid-19


Redaktur : Cahaya

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Rumah Impian Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING