Yandex Metrics
GenPI.co App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Pelanggaran HAM Terburuk, Militer Kolombia Bunuh 6.400 Warga

Ilustrasi-Seorang prajurit sniper ikut berparade dengan sejumlah personel militer, saat upacara kemerdekaan Kolombia, Bogota, 20 Juli 2015. Foto: Reuters/Jose Miguel Gomez.
Ilustrasi-Seorang prajurit sniper ikut berparade dengan sejumlah personel militer, saat upacara kemerdekaan Kolombia, Bogota, 20 Juli 2015. Foto: Reuters/Jose Miguel Gomez.

GenPI.co - Militer Kolombia melakukan setidaknya 6.400 pembunuhan di luar proses hukum dan menampilkan mereka sebagai kematian dalam pertempuran antara 2002 dan 2008, jumlah yang setidaknya tiga kali lebih tinggi dari perkiraan.

Pengadilan Yurisdiksi Khusus untuk Perdamaian (JEP) sedang menyelidiki kejahatan dan kekejaman yang dilakukan selama setengah abad konflik bersenjata antara pasukan pemerintah dan Pasukan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC), pemberontak Marxis yang meletakkan senjata mereka setelah perjanjian damai 2016 yang bersejarah.

BACA JUGA: Ada-ada Aja, Pasangan Ini Rantai Tangannya Demi Kesetiaan Cinta

Dilansir Reuters, Jumat (19/2/2021), pengadilan yang dibentuk berdasarkan kesepakatan damai, menggambarkan pembunuhan tersebut sebagai kematian tidak sah yang disajikan sebagai kematian akibat pertempuran.
 
Hingga tahun lalu, kantor kejaksaan telah mengakui hanya 2.249 eksekusi warga sipil antara 1988 dan 2014, sebagian besar dilakukan antara 2006 dan 2008, pada masa kepresidenan Alvaro Uribe, mentor politik Presiden Ivan Duque saat ini.

Sementara, komando tinggi militer telah membantah adanya kebijakan sistematis untuk menggembungkan jumlah pemberontak sayap kiri yang terbunuh.

Jenderal Mario Montoya, yang merupakan panglima angkatan darat pada saat itu, adalah tokoh militer berpangkat tertinggi yang pernah bersaksi di depan pengadilan.

Saksi mata menyalahkan dia atas pembunuhan itu, tapi Montoya mengatakan dia tidak ambil bagian dalam memerintahkan eksekusi warga sipil.

Pengacara Montoya, Andres Garzon, membantah bahwa ada kebijakan militer yang lebih luas untuk meningkatkan jumlah dengan pembunuhan di luar hukum, dengan alasan bahwa hanya 2.140 personel militer yang saat ini sedang diselidiki, kurang dari satu persen dari jumlah total pasukan.


Share to LINE LINE Share to WhatsApp WhatsApp

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Komunitas Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING