Cespleng! Resep Isoman Versi IDI, Pasti Cepat Sembuh

Cespleng! Resep Isoman Versi IDI, Pasti Cepat Sembuh - GenPI.co
Ilustrasi - Seorang pedagang yang mengenakan masker melintas di depan mural imbauan untuk melawan COVID-19 di Jakarta, Ahad (29/11/2020). (FOTO: ANTARA/M Risyal Hidayat/aww)

GenPI.co - Banyak Pasien Covid-19 meninggal justru saat melakukan isolasi mandiri di rumah. Menurut Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Daeng M Faqih ada beberapa faktor yang jadi penyebab hal itu bisa terjadi.

Daeng menegaskan, isolasi mandiri hanya bisa dilakukan pasien Covid-19 yang tanpa gejala atau juga gejala ringan. Sedangkan, pasien dengan gejala sedang, berat, dan kritis harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Namun, lantaran lonjakan kasus positif yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, diakui Daeng, masyarakat sulit mendapatkan tempat tidur di rumah sakit.

BACA JUGA:  Astaga, Pasien Covid-19 yang Meninggal Saat Isoman Membeludak

Menurutnya, banyaknya yang meninggal saat isolasi mandiri. Banyak yang mestinya sudah dirawat di rumah sakit, dengan saturasi di bawah 94, bahkan mungkin saturasinya rendah sekali 80 atau 70, karena tidak dapat kamar (di rumah sakit) terpaksa dirawat dirumah.

"Ini memang agak berat, tapi terpaksa dirawat di rumah karena tidak ada tempat di rumah sakit. Ini memang yang menyebabkan banyak kasus meninggal," terang Daeng dikutip dari Ayosemarang.com, Kamis, 22 Juli 2021.

BACA JUGA:  Pasien Covid-19 Isoman di Jabar Capai 80 Ribu Jiwa

Bahkan orang tanpa gejala (OTG) atau bergejala ringan juga ada yang meninggal saat isoman di rumah. Hal itu biasanya disebabkan karena terjadi perburukan kondisi pasien, namun tidak disadari, sehingga terlambat mendapatkan perawatan medis yang tepat.

Daeng menekankan harus ada pengawasan oleh tenaga kesehatan bagi pasien Covid-19 yang isolasi mandiri. Memang, tidak mungkin datang langsung ke rumah pasien, karena itu, Daeng menyampaikan bahwa pentingnya peran telemedicine yang bisa diakses oleh pasien melalui gawainya masing-masing dari rumah.

BACA JUGA:  7 Orang Warga di Gunungkidul Meninggal saat Isoman

Selain itu, baik pasien maupun keluarganya harus memahami alarm atau tanda tubuh jika terjadi perburukan gejala Covid-19.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara