Yandex Metrics
GenPI.co App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Psikolog UI: Berfikir Positif Pengaruhi Imun Tubuh Kala Pandemi

ilustrasi stres. foto: envato elements
ilustrasi stres. foto: envato elements

GenPI.co - Psikolog Universitas Indonesia (UI), Dr. Dyah T. Indirasari mengatakan perlu ada upaya dukungan untuk guru dan mahasiswa agar mereka bisa meningkatkan well-being dan menjadi lebih tangguh, antara lain meningkatkan emosi positif dalam proses pembelajaran dengan memberikan rasa keberhasilan pada mahasiswa, sehingga self-esteem meningkat.

"Walaupun guru-guru puas terhadap hidup mereka dan memiliki emosi positif yang baik, namun resiliensi mereka rendah. Artinya, jika berada dalam situasi emosional, maka mereka lebih sulit untuk bangkit, lebih tidak tahan terhadap stres, dan cenderung pesimistik," kata Dyah T. Indirasari seperti yang dilansir dari Antara, Kamis, 22 Juli 2021.

BACA JUGA:  Rektor UI Boleh Rangkap Jabatan, Rocky Gerung: Negara Frustrasi

Hal tersebut diungkapkan melalui Webinar dengan tema, Well-being Guru, Dosen, dan Mahasiswa di Masa Pandemi. Dilaksanakan dalam rangka menyampaikan hasil riset berjudul Resiliensi Orang Indonesia, yang merupakan hasil kerja tim riset yang khusus dibentuk dalam Dies Natalis Fakultas Psikologi ke-61 UI.

Riset dilakukan secara daring dengan jumlah responden sebanyak 5.817, berusia antara 18 hingga lebih dari 82 tahun. Kelompok responden yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia ini, diantaranya terdiri dari 2.910 guru, 256 dosen, dan 412 mahasiswa.

Well-being adalah keadaan pada individu yang digambarkan dengan adanya rasa bahagia, kepuasan, tingkat stres yang rendah, sehat secara fisik dan mental, serta kualitas hidup yang baik. Self-esteem merupakan istilah yang merujuk untuk mendeskripsikan nilai personal seorang individu, terhadap dirinya sendiri.

BACA JUGA:  Rektor UI Diizinkan Rangkap Jabatan, Rocky Gerung: Berbahaya!

Temuan lain dari penelitian ini adalah para dosen puas terhadap hidup mereka dan memiliki resiliensi yang baik. Mereka lebih mudah bertahan setelah mengalami peristiwa yang emosional, lebih tahan terhadap stres dan cenderung optimis.

Pada sisi yang lain, mahasiswa justru cenderung agak puas terhadap hidup mereka, memiliki resiliensi yang rendah, dan ada yang mengalami gejala depresi.

"Kondisi mahasiswa ini perlu mendapat perhatian," ujar Ira.


Share to LINE LINE Share to WhatsApp WhatsApp

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Komunitas Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING