
GenPI.co - Kekurangan vitamin D akan meningkatkan risiko penyakit atau kondisi kesehatan tertentu seperti gangguan autoimun, diabetes, penyakit kardiovaskular dan kanker, serta komplikasi terkait kehamilan.
Dokter umum lulusan Universitas Indonesia, Adam Prabata mengatakan, anak-anak yang mengonsumsi ASI dengan vitamin D yang tidak memadai juga berisiko menderita rakhitis.
"Langkah-langkah khusus untuk menghindari terjadinya defisiensi vitamin D ini sangat dibutuhkan agar mampu meningkatkan daya tahan tubuh, sekaligus menjaga tubuh dari penyakit," ujarnya di Jakarta, Kamis (13/1/2022).
BACA JUGA: Pengin Punya Kulit Wajah Kencang dan Kenyal, 3 Vitamin Jawabannya
Adam menyebutkan tiga hal yang bisa dilakukan guna mencegah terjadinya kekurangan vitamin D.
Pertama, melakukan pengecekan kadar vitamin D secara berkala.
BACA JUGA: Dok, Berapa Lama Berjemur untuk Mendapatkan Vitamin D?
Pemeriksaan rutin tiap enam bulan sekali bisa dilakukan untuk mengetahui jumlah vitamin D dalam tubuh, angka normalnya adalah 25-80 ng/mL.
"Perbanyak juga kegiatan di luar ruangan dan mengkonsumsi makanan dengan kandungan vitamin D seperti ikan salmon, tuna, hati sapi serta jamur," tuturnya.
Kedua, perbanyak kegiatan di luar ruangan seperti berolahraga, dapat membantu tubuh mendapatkan paparan sinar UV-B dari matahari. Diharapkan kulit yang diinduksi oleh sinar ini dapat memproduksi vitamin D.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News