Newsletter #8: Cara Bangun GenPI Kabupaten atau Kota

Ada banyak netizen, millenials, yang aktif di media sosial dan ingin bergabung dengan Genpi - Generasi Pesona Indonesia. Mereka ingin aktif mempromosikan destinasi wisata di daerahnya, sekaligus mengangkat Calendar of Events di wilayahnya. Mereka ingin networking bersama-sama Genpi di seluruh Indonesia untuk membuat sejarah, membangun destinasi baru dan punya passion di tourism sector. 

Berikut ini Q & A, yang mungkin bisa membantu menjawab pertanyaan Anda: 

Apakah Genpi hanya ada di tingkat Provinsi? 

Kemenpar memfasilitas launching Genpi di tingkat Provinsi, targetnya seluruh provinsi, 34 Genpi dibentu. Selanjutnya Genpi Provinsi akan membentuk Genpi-Genpi Kabupaten-Kota yang ada di wilayahnya. Genpi Provinsi inilah yang akan membantu melahirkan Genpi di  daerah. 

Ada beberapa Kabupaten yang didorong dan diluncurkan langsung oleh Kementerian Pariwisata, terutama di Destinasi Prioritas, atau 10 Bali Baru, 3 greaters, 10 Destinasi Branding. Itu pun jika memenuhi persyaratan dan mendesak, sementara Genpi Provinsi belum cukup kuat untuk membangun jaringan sampai di level Kabupaten Kota. 

Contohnya, Banyuwangi yang masuk dalam Destinasi Branding “Majestic Banyuwangi.” Juga Belitung yang masuk 10 Destinasi Prioritas, dan punya produk spesial, Destinasi Vegetarian. 

Bagaimana cara mendirikan Genpi di Kabupaten Kota? 

1. Pastikan punya komunitas, anak-anak netizen, millenials, yang punya passion di pariwisata, aktif bermedia sosial di semua platform, baik di Instagram, Facebook, Twitter, Youtube, Line, WeChat, Kakao, dan lainnya. 

2. Jika sudah punya komunitas, berangkat dari 10-20 orang, ajak teman-teman yang punya minat yang sama, open recuitment, hingga minimal 50 orang yang aktif. Buat group dì WhatsApp, atau Telegram, yang bisa berkomunikasi intens dengan sesama anggota. 

3. Invite pengurus Genpi Nasional atau Genpi Provinsi untuk mendapatkan pengarahan, apa saja yang boleh, apa saja yang tidak boleh. Lakukan interaksi positif, karena industri di pariwisata itu harus dibangun dengan spirit positif. Sampai menemukan soul nya ber-Genpi. Ikuti orkestrasi dengan Genpi Nasional, sehingga semakin eksis di media sosial. 

Bagaimana setelah kuat? Setelah eksis? Members semakin asyik melakukan promosi pariwisata? 

1. Genpi Nasional maupun Genpi Provinsi akan merekomendasi Pemerintah Kabupaten atau Kota untuk segera melaunching Genpi Kabupaten Kota tersebut. 

2. Akan lebih sempurna jika Pemerintah Kabupaten dan Kota juga bersemangat menyambut kehadirkan komunitas Genpi. Mereka akan sangat terbantu dengan Genpi, dan Genpi juga terbantu karena diakui oleh Pemkab Pemkot. Kolaborasi yang cantik dan sempurna. 

3. Apalagi jika Pemkot-Pemkab ikut mendorong lahirnya Genpi. Tentu itu yang kita inginkan, sehingga destinasi-destinasi yang selama ini tidak terekspose, bisa diangkat oleh komunitas. 

Apa yang harus dilakukan setelah Genpi lahir? 

1. Bentuk pengurus, silakan dengan musyawarah mufakat. 

2. Lakukan open recuitment, sebanyak yang bisa bergabung. Para netizen, fotografer, videografer, youtuber, instagramer, facebooker, penulis, komikus, atau siapa saja yang hobi selfie, mahasiswa, pelajar, karyawan, dan siapa saja yang suka menghebohkan dunia maya dengan tema pariwisata. 

3. Kode etiknya sama: no hoax, no sara, no politics. 

Apakah peran Genpi terhadap Pemkab dan Pemkot? 

Genpi adalah komunitas yang bergerak di Media Sosial. Dalam strategi media yang dipopularkan oleh Menpar Arief Yahya ada rumus POSE. 

P: Paid Media (media berbayar, seperti media-media TV, Radio, Koran, Majalah, Media Digital, Media outdoor, dll). 

O: Own Media, media yang kita miliki sendiri, kalau Genpi punya Genpi.Co. Kemenpar punya Kemenpar.Go.Id, dan Indonesia.Travel. 

Daerah mungkin juga punya website sendiri-sendiri, Dinas Pariwisata mungkin juga punya. 

S: Social Media, nah di sinilah Genpi itu awal mulanya dibangun. Untuk mempromosikan semua potensi pariwisata di Indonesia. 

E: Endorser, atau Influencer atau tokoh di media sosial yang memiliki followers, friends dan fans yang besar dan berpengaruh. 

Karena itu, daerah yang terbatas budget promosi destinasi dan event pariwisatanya akan sangat terbantu oleh keberadaan komunitas yang passion nya memang di pariwisata itu. Genpi bisa menjadi partner yang baik buat Pemkot maupun Pemkab.

Apakah peran Pemkab atau Pemkot, dalam hal ini Dinas Pariwisata terhadap Genpi? 

Pemkab atau Pemkot bisa terus berkolaborasi dengan komunitas Genpi. Genpi sendiri independent, bisa bekerjasama dengan Pemkab-Pemkot, untuk mengangkat potensi wisata, destinasi, calendar of event pariwisata, maupun kebijakan kepariwisataan di daerah. 

Sebagai media promosi, Genpi menjadi sangat efektif, karena bisa menasionalkan content lokal, bahkan menduniakan materi kabupaten kota. Genpi juga bisa melokalkan konten nasional, atau menginspirasi publik daerah dari konten global. 

Hampir semua pemda selalu menghadapi problem budgeting dalam promosi. Dengan melibatkan Genpi akan mudah, murah, dan massif, dalam membuat potensi wisatanya dikenal di dunia. Apalagi, jika materinya menarik bisa menjadi bahan untuk Genpi Nasional dan diorkestrasi secara bersama-sama seluruh member Genpi di seluruh Indonesia. 

Jadi? 

Kolaborasi Pemkab, Pemkot dengan Genpi  adalah cara terbaik, membuat daerah semakin dikenal. 

Apakah Genpi harus bergantung pada daerah? 

Sebagai komunitas bermedia sosial, Genpi akan terus dikembangkan, dengan bermitra pada siapa pun, termasuk industri pariwisata. 

Bagaimana Kemenpar memposisikan Genpi? 

Menpar Arief Yahya meMbuat konsep kolaborasi Pentahelix Models. ABCGM - Academician, Business, Community, Goverment dan Media. Nah, Dari 5 folder itu, Genpi ada di C (community) dan M (media). Maka peran Genpi untuk mensukseskan pariwisata sangat penting di semua level pemerintah, Pusat, maupun Daerah. 

Selamat Ber-GenPI Gasss!!

Redaktur: Cholis Faizi Sobari



RELATED NEWS

KULINER

My Trip Story

Oleh:
Anggi Agustiani
Reporter