Ada Polisi Keamanan Makanan di Destinasi Digital Ini

Tim Wonosobo Muda Health for Kumandang dan sebagian pedagang
Tim Wonosobo Muda Health for Kumandang dan sebagian pedagang

“Hayooo, sinten wingi sing kesupen mboten ngagem celemek pas ngladosi pelanggan?” (Hayoo, siapa yang kemarin lupa tidak memakai celemek saat melayani pelanggan?), seru salah satu orang di Paseban. Kemudian dijawab dengan gelak tawa malu-malu oleh beberapa orang.

Sudah sebulan lebih hadir sosok relawan cantik di setiap hari Jumat saat briefing pengelola dan pedagang pasar Kumandang. Sambil bercanda dan mencairkan suasana, Laeli Nur Hasanah atau yang kerap disapa Laeli ini melakukan evaluasi terkait persiapan dan penyajian kuliner para pedagang yang digelar setiap hari Minggu.

Laeli menyampaikan bahwa motivasinya adalah belajar jajanan tradisional, pengembangan potensi lokal dan memberi manfaat sesuai dengan ilmu dan background pendidikan yang dia punya. Lulusan S2 Ilmu Gizi Institut Pertanian Bogor ini sebenarnya sudah lama ingin melakukan kegiatan ini saat pertama kali Pasar Kumandang dibuka, kurang lebih 9 bulan yang lalu. Namun karena jarak dan saat itu masih kuliah, jadi dia baru bisa merealisasikannya awal tahun lalu.

“Ini merupakan projek sosial di bidang kesehatan yang diinisiasi oleh komunitas Wonosobo Muda yang saya ikuti, yang berfokus pada edukasi dan pendampingan makanan sehat, bergizi dan aman dengan sasaran pedagang makanan di pasar Kumandang”, terangnya.

Seorang pedagang sedang mempresentasikan cara membuat makanan yang dijualnya

Redaktur : Landy Primasiwi

RELATED NEWS