Yandex Metrics
GenPI.co App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Kehebatan KPK Kini Tinggal Kenangan, Efek Ke Masyarakat Dahsyat

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. Foto: Ricardo/JPNN.com/GenPI.co
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. Foto: Ricardo/JPNN.com/GenPI.co

GenPI.co - Akademisi ilmu pemerintahan Rochendi menilai bahwa pemerintah Indonesia saat ini berniat untuk memberantas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Rochendi, tidak ada alasan bagi pegawai KPK untuk berubah status menjadi aparatur sipil negara (ASN).

BACA JUGA:  Deretan Artis yang Pernah Masuk Radar KPK, Nomor 2 Bikin Kaget

Pasalnya, KPK harusnya adalah lembaga independen non-pemerintah yang bertanggung jawab langsung kepada presiden.

“Kalau pegawainya jadi ASN, itu artinya dia berada di bawah eksekutif. Kalau KPK berada di bawah eksekutif, itu artinya KPK harus tunduk dengan apa kata pemerintah,” ujarnya kepada GenPI.co, Kamis (10/6/2021).

Rochendi menambahkan bahwa kini kebijakan pemerintah jadi tak bisa lagi dipantau oleh KPK.

BACA JUGA:  KPK Panggil Kepala BKD Jawa Barat Yerry Yanuar

“Kalau pemerintah sudah tak bisa dikontrol, itu artinya pemerintahan Jokowi sudah menjadi totaliter,” kata dia.

Pengajar di Universitas Sutomo Serang itu menilai bahwa upaya pemberantasan korupsi akan sangat sulit untuk dilakukan setelah peristiwa tersebut.

“Pemberantasan korupsi akhirnya seperti jauh panggang dari api. KPK akhirnya cuma jadi aksesoris saja,” ungkapnya.


Share to LINE LINE Share to WhatsApp WhatsApp

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Komunitas Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING