Ketua PA 212 dan Ulama Mendadak Kirim Doa ke Hakim, Isinya..

Ketua PA 212 dan Ulama Mendadak Kirim Doa ke Hakim, Isinya.. - GenPI.co
Ketua PA 212 dan Para Ulama Mendadak Kirim Doa ke Hakim, Isinya..(Foto: JPNN.com/GenPI.co)

GenPI.co - Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif berserta ulama lainnya mengirimkan surat terbuka kepada Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur menjelang sidang vonis Habib Rizieq Shihab dalam kasus swab test RS UMMI yang rencananya akan digelar Kamis (24/6/2021).

Hal tersebut diungkapkan Slamet Maarif berdasarkan potongan video akun YouTube FNN TV yang beredar di media sosial.

Isi surat terbuka itu yakni mendoakan majelis hakim tak mudah tergoda bujuk rayu hingga meminta agar Habib Rizieq dan terdakwa lainnya divonis bebas.

BACA JUGA:  Pengakuan Habib Rizieq Sangat Mengejutkan, Seret Presiden Jokowi

Dalam video itu terlihat sejumlah ulama mendampingi Slamet Maarif yang terlihat tengah membacakan sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada Kepala PN Jakarta Timur.
Dalam surat terbuka itu, intinya meminta Habib Rizieq Dkk dibebaskan dari segala dakwaan dan tuntutan dalam kasus swab test RS UMMI.

Namun, Slamet dalam suratnya tersebut juga mendoakan majelis hakim tak terpengaruh adanya intervensi dari pihak yang disebut sebagai jin oligarki.

BACA JUGA:  Akademisi Blak-blakan: Pemerintah Jokowi Bahaya, Juli Bisa Jebol

"Karena itu kami meminta kepada Majelis Hakim yang mengadili perkara Habib Rizieq, Habib Hanif dan Dokter Tatat agar membebaskan mereka dari segala dakwaan dan tuntutan yang tidak masuk akal sehat tersebut. Kami mendoakan Majelis Hakim agar Allah Subhanahu Wa Ta'ala kuatkan dari segala bujuk rayu dan tekanan dari jin oligarki sehingga memutuskan dengan putusan yang adil adilnya," kata Slamet Maarif dikutip GenPI.co, Senin (21/6).

Menurut Slamet Maarif, bahwa surat tersebut juga akan dikirimkan oleh perwakilannya ke PN Jakarta Timur hari ini.

"InsyaAllah hari ini (surat) akan diantar utusan kami ke PN Jaktim," kata Slamet Maarif.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara