Pakar Hukum: Megawati Tak Ingin Ada Tokoh Kuat di Sekitar Jokowi

Pakar Hukum: Megawati Tak Ingin Ada Tokoh Kuat di Sekitar Jokowi - GenPI.co
Pakar Hukum: Megawati Tak Ingin Ada Tokoh Kuat di Sekitar Jokowi (Foto: Instagram/jokowi)

GenPI.co - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun blak-blakan menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) diam-diam menyetujui Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat Deli Serdang.

Menurut Refly Harun, bargaining position Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko makin kuat jika berhasil menguasai Demokrat.

Bahkan Refly Harun mengatakan, bahwa Moeldoko memiliki kesempatan menjadi capres atau cawapres. Kendati demikian, menurutnya Jokowi juga masih mempertimbangkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

BACA JUGA:  Cespleng! Ternyata Ini Vitamin untuk Penderita Covid-19 OTG

"Kalau boleh pilih, Jokowi tentunya lebih condong ke Moeldoko. Akan tetapi Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri dan PDIP jadi pertimbangan," jelas Refly Harun kepada GenPI.co, Minggu (27/6).

Bukan tanpa alasan, menurutnya salah satu faktor penentu pengesahan KLB Partai Demokrat Deli Serdang yakni Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

BACA JUGA:  Jangan Sepelekan, Khasiat Minum You C 1000 Sungguh Mencengangkan

"Yasonna pasti akan lebih condong ke Mega dan PDIP ketimbang Jokowi. Mega tidak suka SBY, itu sudah pasti. Tapi belum tentu dia mendukung Moeldoko," ungkapnya.

"Megawati tidak ingin ada banyak tokoh kuat di sekitar Jokowi," sambungnya.

Oleh sebab itu, Refly Harun menyampaikan bahwa upaya merebut Partai Demokrat belum selesai.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara