Soroti TWK Terhadap Novel Cs, Profesor Sebut Kepala Kura-kura

Soroti TWK Terhadap Novel Cs, Profesor Sebut Kepala Kura-kura - GenPI.co
Penyidik KPK Novel Baswedan. (Foto: Antara)

GenPI.co - Pertanyaan dalam TWK yang menyaring Novel Baswedan dn puluhan Pegawai KPK lainnya merupakan teknik memaksa agar "kepala kura-kura" keluar dari sangkarnya.

Hal tersebut diungkapkan Pengamat isu-isu strategis nasional Profesor Imron Cotan, dalam dalam Webinar Series Moya Institute bertajuk "Apakah Kemelut Kelompok 51 KPK Usai?", Selasa (29/6).

Dengan begitu, seorang, dalam hal ini pegawai KPK bisa dinilai apakah memenuhi syarat atau sebaliknya.

BACA JUGA:  Ada efek Ahok di Vonis Habib Rizieq? Pengamat Bilang...

Dilanjutkan Prof Imron, hal itulah yang membuat pertanyaan BKN dalam TWK KPK tampak seolah tidak terstandarisasi. Sebab soal-soal tersebut bersifat individual, bukan komunal.

“Jadi spesifik kepada kecenderungannya. Jika pertanyaannya berbeda-beda, karena menyesuaikan data primer yang diterima tim," jelasnyaalumni Universitas Gadjah Mada.

BACA JUGA:  Pernyataan PKS Bikin Ari Kuncoro Terpojok

Mantan duta besar Indonesia untuk Australia itu menjelaskan, teknik pertanyaan ini digunakan sejumlah stakeholders yang tingkat kesahihan dan kredibilitasnya tinggi. Terutama Dinas Psikologi Angkatan Darat.

"Saya salah satu produknya saat tes ASN Deplu waktu dulu. Mereka sudah membangun sistem yang bisa dibuktikan secara sainstifik yang bisa dipertanggungjawabkan, bukan berdasarkan like atau dislike," tandas Prof Imron Cotan. (JPPN/GenPI)

BACA JUGA:  Jokowi Tak Mau Dikalahkan Anies Baswedan

Video heboh hari ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara