DPRD DKI Setuju Pelanggar Prokes Dipidana, Tapi...

DPRD DKI Setuju Pelanggar Prokes Dipidana, Tapi... - GenPI.co
Pelanggar protokol kesehatan. FOTO: Antara

GenPI.co - Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth setuju pelanggar protokol kesehatan diberi sanksi, tapi hukuman tetap harus humanis dan memberi efek jera.

"Saya sangat setuju adanya sanksi pidana, tetapi harus yang efektif, humanis dan bertujuan untuk membina serta bisa memberi efek jera," ujar Kenneth di Jakarta, Kamis (29/7).

Menurut Kenneth, bukanlah kurungan (penjara) yang menjadi prioritas dalam sanksi pidana dalam revisi Perda COVID-19 tersebut.

BACA JUGA:  Kasus Pengadaan Lahan Munjul, Anies Baswedan Beri Kode Keras

Karena di sisi lain, untuk sebagian orang, penjara kerap dijadikan solusi mengatasi masalah kehidupan akibat kesulitan hidup yang sangat berat.

"Sehingga mereka merasa lebih aman dan terjamin di penjara," katanya.

BACA JUGA:  Ucapan Gatot Nurmantyo Bergetar, Membanggakan

Menurut Kent, memberikan sanksi pidana penjara bagi pelanggar prokes merupakan kebijakan yang tidak humanis, karena nanti masyarakat melanggar prokes dengan alasan mencari nafkah.

Dia menyarankan sebaiknya lebih cocok diberikan sanksi pidana yang lebih humanis dan memiliki manfaat.

BACA JUGA:  PKS Peringatkan Gus Yaqut, Jangan Bikin Gaduh

"Harus lebih humanis dan memiliki manfaat seperti menjadi satgas COVID-19 atau melayani pasien dengan waktu yang ditentukan, supaya para pelanggar prokes tahu bahwa virus corona itu nyata," pungkasnya. (ANT)

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara