Effendi Simbolon Menyorot Kinerja Jokowi, Ferdinand: Mengada-ada!

Effendi Simbolon Menyorot Kinerja Jokowi, Ferdinand: Mengada-ada! - GenPI.co
Ferdinand Hutahaen. Foto: JPNN.com

GenPI.co - Mantan Ketua Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Ferdinand Hutahaean merespons pernyataan politikus PDIP Effendi Simbolon yang menyalahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal penanganan pandemi Covid-19.

Effendi Simbolon sebelumnya menilai Jokowi tidak patuh konstitusi lantaran ogah memberlakukan kebijakan lockdown sejak awal pandemi Covid-19 sebagaimana amanat UU Kekarantinaan Kesehatan. 
 
Menanggapi hal tersebut, Ferdinand menyebut bahwa Effendi memang selalu memiliki prasangka buruk kepada Presiden Jokowi.
 
"Sejak awal munculnya Jokowi di kancah politik nasional, ES (Effendi Simbolon, red) selalu negatif berpendapat terhadap Jokowi," ucap Ferdinand Hutahaean dikutip dari JPNN.com, Minggu (1/8).

Tak hanya itu, eks politikus Partai Demokrat itu juga menilai pernyataan Effendi yang menyatakan sudah banyak negara yang sukses melawan Covid adalah tidak benar dan mengada-ada. 
 
"Belum ada satu negara pun yang sukses melawan Covid meskipun sudah pernah melakukan lockdown," ucap Ferdinand. 
 
Lebih lanjut, Ferdinand menyebut tidak ada keharusan bagi pemerintah mengambil kebijakan lockdown dalam menanggulangi pandemi virus Corona.

BACA JUGA:  Ferdinand Sebut Ganjar-Jenderal Andika Pasangan Ideal di Pilpres

Ia menyebut UU Kekarantinaan Kesehatan juga tidak mewajibkan harus memilih karantina sebagai satu-satunya kebijakan yang wajib dipilih pemerintah. 
 
"Maka Effendi Simbolon jelas salah menuduh presiden tak patuh konstitusi, kritik yang emosional dan mengada-ada," sambung mantan Caleg DPR RI ini.

Menurut Ferdinand, Jokowi sebagai presiden adalah pemegang otoritas tertinggi kebijakan penanggulangan Covid-19. 
 
Presiden pun tak perlu meminta persetujuan DPR RI untuk menetapkan kebijakan PSBB, PPKM atau istilah lain.

BACA JUGA:  Mendadak Ferdinand Hutahaean Desak Puan Maharani Lakukan Ini

Selain itu, keterlibatan DPR adalah soal persetujuan anggaran dan mengawasi kebijakan. 
 
Itu sebabnya Ferdinand menganggap pernyataan anggota Fraksi PDIP di DPR itu berlebihan.
 
"Menuduh pemerintah tidak patuh konstitusi dan menyatakan Indonesia menuju jebakan pandemi adalah pendapat tak berdasar," tuturnya. (fat/jpnn)

Simak video pilihan redaksi berikut ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara