56 Awak KPK Dipecat, PKS: Sejarah Kelam Indonesia

56 Awak KPK Dipecat, PKS: Sejarah Kelam Indonesia - GenPI.co
Mardani Ali Sera geram setelah mendengar tanggapan Presiden Jokowi yang tidak ingin dibebankan terkait pemecatan 56 pegawai KPK. (foto: Ricardo/JPNN)

GenPI.co - Politikus PKS, Mardani Ali Sera, geram setelah mendengar tanggapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ingin dibebankan terkait pemecatan 56 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Perlu kita catat sebagai hari kelam bagi pemberantasan korupsi di Indonesia,” ujar Mardani Ali Sera kepada GenPI.co, Rabu (22/9).

Meskipun tanpa Jokowi, menurut Mardani Ali Sera, masih ada cukup waktu untuk mendukung Komnas HAM dan Ombudsman RI yang sedang memperjuangkan rekomendasi agar tegak menegakan hukum.

BACA JUGA:  Anies Baswedan Diperiksa KPK, Urusannya Bisa Panjang

Tidak hanya itu, dirinya juga menyinggung pernyataan presiden yang menyebutkan bahwa Tes Wawasan Kebangsaan bukanlah sati-satunya alasan pemecatan bagi para awak KPK.

“Kemana Presiden Jokowi? Untuk menegakkan pemberantasan korupsi yang selama ini sudah harum, kita mesti mengawal pernyataan beliau,” katanya.

BACA JUGA:  Pernyataan Anies Baswedan Usai Diperiksa KPK, Alhamdulillah

Mardani Ali Sera juga menilai pernyataan Jokowi yang tak ingin dibebankan persoalan KPK sangat keliru. Sebab, menurutnya, presiden berkewajiban memikul semua permasalahan yang ada di dalam negeri.

"Jokowi keliru saat dirinya gelisahan karena semua permasalahan mengarah pada dirinya. Memang itu fungsi dan tugas presiden yang dititipkan oleh rakyat,” ujarnya kepada GenPI.co, Rabu (22/9/2021).

BACA JUGA:  Ketua Fraksi NasDem Wanti-wanti KPK, Seret Anies Baswedan

Menurutnya, sikap Jokowi seakan acuh. Padahal, presiden memiliki kewenangan untuk menyelesaikan permasalahan di dalam tubuh lembaga antirasuah.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya

GenPI.co Nusantara

Jatim Jogja Bali