Pengadaan Alat Intai di Kejagung Patut Dicurigai, Ini Kata Petrus

Gedung Kejaksaan Agung RI (Foto: jpnn)
Gedung Kejaksaan Agung RI (Foto: jpnn)

BACA JUGA: Dahulu Pak Harto Minta TNI Menggiring Gajah, Pak Jokowi Bisa Apa?

"Oleh karena pengadaannya tanpa tender dan tidak transparan, maka muncul pertanyaan soal identitas perusahaan dan kualifikasi perusahaan yang mendapatkan penunjukan dalam pengadaan alat intai ini dan dimana domisili perusahaannya,” kata Petrus Selestinus dalam keterangan persnya, Minggu (17/11).

Menurut Petrus, proses pengadaan alat intai untuk keperluan intelijen di Kejaksaan Agung sebaiknya ditinjau atau dihentikan. 

BACA JUGA: Meski Sudah Menikah, Ini 3 Alasan Pria Suka Melirik Wanita

Pasalnya, informasi dari beberapa sumber disebutkan bahwa peralatan intelijen Kejaksaan Agung yang lama masih cukup canggih, sehingga pengadaannya saat ini hanya menghabiskan uang negara.

loading...

"Apalagi selama ini meskipun Kejaksaan menggunakan peralatan canggih, namun tidak ada prestasi mencengangkan yang dihasilkan. Maka Jaksa Agung RI, S.T. Baharuddin, seyogianya menghentikan sementara pengadaan peralatan intelijen dan dahulukan penyelidikan dugaan korupsi dalam pengadaannya,” kata Petrus.

BACA JUGA: Andai 3 Pasangan Zodiak Ini Bersama, Dijamin Cintamu Berantakan

Anehnya, menurut mantan Komisioner KPKPN ini, meskipun Kejaksaan Agung menghabiskan anggaran yang mencapai nilai triliunan rupiah untuk pengadaan peralatan canggih, kenyataannya Kejaksaan Agung sangat minim prestasi dalam penegakan hukum terutama pemberantasan korupsi.


Redaktur : Tommy Ardyan

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Ootd Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING