Menyoal Mahar Rp 500 M untuk Jadi Menteri, Ini Kata Analis...

Analis politik Hendri Satrio (Foto: jpnn)
Analis politik Hendri Satrio (Foto: jpnn)

GenPI.co - Pengacara Humphrey Djemat blak-blakan ada praktik mahar politik dalam proses pemilihan menteri Kabinet Indonesia Maju pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Humphrey mengungkapkan hal itu ketika menghadiri diskusi di kantor Formappi di Jakarta Timur, Minggu (24/11). 

BACA JUGA: Pak Jokowi Tahu Nggak, Ada Mahar Rp 500 M untuk Jadi Menteri?

Menurut Humphrey, ada calon menteri yang dimintai komitmen sebesar Rp 500 miliar sebelum ditunjuk menjadi Menteri di Kabinet Indonesia Maju.

Mencuatnya praktik mahar politik tersebut membuat Analis politik Hendri Satrio ikut berkomentar menyikapi pernyataan advokat Humphrey Djemat, yang menuding ada praktik mahar politik Rp 500 miliar dalam pemilihan calon menteri di Kabinet Indonesia Maju.

loading...

BACA JUGA: Pidato Nadiem Bikin Merinding, Curhatan Honorer K2 Ngenes Banget

Menurut Hendri, secara politik tudingan politikus PPP itu tidak akan berpengaruh secara langsung pada Kabinet Indonesia Maju.

"Untuk kabinet sih enggak ada secara langsung (pengaruhnya). Kalau memang benar itu ya, si pemberi mahar kan pasti cari untung tuh, minimal modalnya balik," kata Hendri kepada jpnn.com, Senin (25/11).


Redaktur : Tommy Ardyan

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Rumah Impian Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING