Manuver China di Natuna Sampai Kiamat, Pakar: Rakyat Marah Repot!

KRI Fatahillah-361 salah satu unsur yang tergabung dalam Operasi bawah kendali operasi (BKO) Guspurla Koarmabar sedang melaksanakan operasi di perairan Laut Natuna. Foto: Dispen Koarmabar
KRI Fatahillah-361 salah satu unsur yang tergabung dalam Operasi bawah kendali operasi (BKO) Guspurla Koarmabar sedang melaksanakan operasi di perairan Laut Natuna. Foto: Dispen Koarmabar

BACA JUGA: PDIP Solo Memanas, Gibran Belum Diputuskan Jadi Calon Wali Kota

Maka dari itu, Hikmahanto menyarankan adanya backdoor diplomacy atau diplomasi pintu belakang.

Di mana ada tokoh dari Indonesia dengan tokoh dari China untuk mencairkan masalah ini.

BACA JUGA: PDIP Solo Memanas, Nasib Gibran bin Jokowi di Tangan Megawati

Hakmahanto menjelaskan, dalam diplomasi tersebut harus disampaikan, bahwa jangan sampai masalah seperti ini memunculkan sentimen anti-China di Indonesia. 

loading...

Padahal mereka punya kepentingan yang besar di Indonesia.

BACA JUGA: Pangeran Uni Emirat Arab Tajir Melintir, Ingin Pulau di Indonesia

"Kalau misalnya sampai masyarakat kita marah betul dan mohon maaf, pemerintah tidak bisa mengendalikan terhadap sentimen anti-China ini, yang rugi pemerintah China. Investasi China di Indonesia," ungkap Hikmahanto.


Redaktur : Tommy Ardyan

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Rumah Impian Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING