Duh Gusti... Kapal China Berseliweran Lagi di Laut Natuna

Presiden Jokowi saat di Pangkalan TNI Angkatan Laut Terpadu Selat Lampa, Natuna, Rabu (8/1). (Foto: BPMI Setpres)
Presiden Jokowi saat di Pangkalan TNI Angkatan Laut Terpadu Selat Lampa, Natuna, Rabu (8/1). (Foto: BPMI Setpres)

GenPI.co - Pihak Istana sepertinya mengambil sikap sabar, menyikapi kabar yang menyebutkan kapal-kapal nelayan China kembali berseliweran di laut Natuna.

Deputi V Kantor Staf Presiden, Jaleswari Pramodhawardani, malah menganggap wajar datangnya kapal-kapal China tersebut. 

BACA JUGA: Menhan Prabowo Gagah Banget, Pasukan Elite Prancis Hormat Senjata

Sebab, menurut Jaleswari, bahwa memang sejak awal ada perbedaan pandangan antara Indonesia dan Negeri Panda mengenai status Natuna.

Menurut Jaleswari, Indonesia berpegang pada United Nations Convention on The Law of The Sea (UNCLOS) 1982 yang menyatakan wilayah itu adalah bagian dari ZEE Indonesia. 

loading...

BACA JUGA: Manuver China di Natuna Sampai Kiamat, Pakar: Rakyat Marah Repot!

Sementara Tiongkok, berpegang pada Nine Dash Line alias sembilan garis putus-putus yang diklaim sebagai batas teritorialnya.

"Jadi, soal klaim-klaim dan lain-lain, sepanjang Indonesia dan China (Tiongkok) tidak pernah satu ukuran untuk melihat klaim itu, tidak akan bertemu. Dan itu wajar saja," beber Jaleswari, di Istana Negara, kemarin, seperti dikutip dari Rakyat Merdeka RMCO.id.


Redaktur : Tommy Ardyan

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Rumah Impian Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING