Bisnis Stafsus Presiden Muncul Bersamaan dengan Proyek Pemerintah

Bisnis Stafsus Presiden Muncul Bersamaan dengan Proyek Pemerintah - GenPI.co
Presiden Jokowi mengenalkstaf khususan 7 staf khusus presiden dari kalangan muda mudi, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis petang (21/11). Foto: M Fathra Nazrul Islam/JPNN

GenPI.co - Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay menyoroti keterlibatan perusahaan rintisan (start-up) ruangguru milik Staf Khusus Kepresidenan Adamas Belva Syah Devara dalam program Kartu Prakerja. 

Menurut Saleh Daulay, pemerintah harus menjelaskan soal itu secara terbuka kepada masyarakat.

BACA JUGA: Obat Covid-19 Sukses Diuji Coba di Amerika Serikat

"Sekarang dipertanyakan oleh masyarakat banyak, apakah start up ruangguru ini sudah mengikuti seleksi sebelumnya, atau ditetapkan saja oleh PMO (project management officer)?" jelas Saleh di Jakarta, Kamis (16/4).

Saleh pun mengutip keterangan pemerintah, bahwa Program Kartu Prakerja menyasar 5,6 juta orang. Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 3,55 juta per peserta program Kartu Prakerja.

BACA JUGA: Tak Diragukan Lagi, 3 Zodiak Ini Memang Sangat Sempurna

Sementara, biaya pelatihan untuk setiap peserta Kartu Prakerja adalah Rp 1 juta yang dibayarkan langsung kepada lembaga mitra pemerintah dalam program itu. Total uang negara untuk program itu mencapai Rp 20 triliun. 

Sementara itu, Pengamat dan Praktisi Pendidikan dari Center for Education Regulations and Development Analysis (CERDAS) Indra Charismiadji mengkritisi tingkah pola para staf khusus Presiden Joko Widodo.

Tonton video ini:


Artikel ini sudah tayang di JPNN.com dengan judul: Kok Urusan Bisnis Stafsus Presiden Muncul Bersamaan dengan Proyek Pemerintah?

Berita Selanjutnya
Nusantara